BORNEONEWS, Sampit – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamaruddin Makalepu, mengungkapkan adanya penambahan kekosongan jabatan pimpinan tinggi (JPT) di lingkungan pemerintah daerah.
“Belum lama ini Bupati Kotim Halikinnor melantik sejumlah JPT untuk mengisi kekosongan selama ini, " katanya, Rabu, 4 Februari 2026.
Pelantikan yang dilakukan akhir Januari 2026 lalu setidaknya menetapkan sebelas pejabat definitif diantaranya Asisten Pemerintahan Dan Kesra yang dijabat oleh Waren, Asisten Perekonomian Dan Pembangunan dijabat oleh Rody Kamislam, Direktur RSUD Dokter Murjani Sampit dijabat oleh Yulia Noviany, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dijabat oleh Widya Yulianti, Kepala Dinas komunikasi dan Informatika dijabat oleh Cok Orda Putra Legawa, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dijabat Akhmad Taufik, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dijabat oleh Ninuk Muji Rahayu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB dijabat Achmad Yusi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dijabat Yephi Hartady Priyanto, Kepala Dinas Pendidikan dijabat Yolanda Lonita Fenisia dan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM dijabat Muslih.
"Sebelumnya JPT itu sebagian besar diisi oleh pelaksana tugas. Sekarang tinggal beberapa saja yang di jabat Plt," ujarnya.
Di tahun 2026 ini, kembali bertambah kekosongan. Pasalnya pada Maret tahun ini Kepala Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan Kotim yang dijabat oleh Johny Tangkere akan memasuki masa purna tugas.
"Pejabat JPT yang kosong hanya satu, yakni Pak Joni Tangkere yang akan pensiun pada bulan Maret, kalau tidak salah. Pak Johny juga akan segera pensiun,” ujarnya.
Penambahan ini membuat jumlah jabatan JPT yang kosong di Kotim menjadi bertambah. Saat ini, posisi JPT yang masih diisi oleh pelaksana tugas adalah Inspektorat serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
“Sehingga saat ini JPT yang diisi dengan pelaksana tugas yaitu Inspektorat dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa BKPSDM terus memantau dan mengupayakan pelaksanaan seleksi terbuka untuk mengisi jabatan-jabatan strategis tersebut guna memastikan kelancaran roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kotim.
“Saat ini tengah berproses seleksi terbuka untuk mengisi jabatan Inspektur. Sudah ada empat peserta dan ini telah memenuhi syarat untuk dilanjutkan,” pungkasnya. (DEVIANA/H)









