JEPARA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat penguatan mobilitas transportasi pada Desember 2025.

Frekuensi penerbangan di wilayah ini meningkat 1,97 persen dibandingkan November 2025, seiring dengan lonjakan jumlah penumpang udara sebesar 9,70 persen, dari 124.097 orang menjadi 136.129 orang.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya pergerakan masyarakat menjelang akhir tahun.

“Aktivitas perjalanan cenderung naik pada Desember, dipengaruhi momentum libur akhir tahun serta meningkatnya mobilitas masyarakat untuk kepentingan keluarga, pekerjaan, maupun pariwisata,” kata Taufiqurrahman pada Rabu, 4 Februari 2026.

Sejalan dengan pertumbuhan penumpang udara, arus barang melalui transportasi udara juga mengalami peningkatan.

BPS mencatat volume kargo udara naik 7,92 persen, dari 2.072 ton pada November menjadi 2.236 ton pada Desember 2025.

Kenaikan ini menunjukkan adanya penguatan aktivitas distribusi logistik bernilai tinggi yang umumnya mengandalkan jalur udara.

Di sektor angkutan laut, tren penguatan terlihat lebih signifikan. Jumlah penumpang angkutan laut pada Desember 2025 meningkat 22,28 persen, dari 26.911 orang menjadi 32.908 orang.

Peningkatan ini mencerminkan peran moda laut sebagai alternatif utama mobilitas antarwilayah di Kalimantan Tengah, terutama untuk rute-rute yang belum terjangkau optimal oleh transportasi udara.

“Moda laut tetap menjadi tulang punggung konektivitas antardaerah, khususnya untuk wilayah pesisir dan sungai. Lonjakan penumpang menunjukkan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di jalur tersebut,” kata Taufiqurrahman lagi.

Ia menambahkan, faktor musiman serta aktivitas ekonomi akhir tahun turut mendorong pergerakan tersebut.

Tidak hanya penumpang, arus barang melalui laut juga menunjukkan kinerja positif. Volume muatan meningkat 14,57 persen, dari 2,26 juta ton menjadi 2,59 juta ton pada Desember 2025.

BPS menilai penguatan lalu lintas logistik laut ini menjadi sinyal berlanjutnya aktivitas distribusi komoditas di Kalimantan Tengah, sekaligus menggambarkan peran strategis transportasi laut dalam menopang perekonomian daerah.(TESTI PRISCILLA/R)