SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti aktivitas penggalian pipa distribusi air oleh Perumdam Tirta Mentaya Kotim yang dinilai berdampak pada kondisi aspal Jalan Walter Condrad, Sampit, yang telah diaspal mulus.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Rinie, menyayangkan pelaksanaan pekerjaan tersebut karena dinilai kurang memperhatikan kondisi infrastruktur jalan yang telah menelan anggaran besar untuk perbaikannya.

"Seharusnya PDAM melihat dulu situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan dinas terkait, khususnya PU. Sangat disayangkan, karena anggaran perbaikan jalan itu tidak kecil," kata Rinie, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menjelaskan, penggalian yang dilakukan untuk penambahan pipa distribusi air bersih menyebabkan bagian tepi aspal ikut tergali. Bahkan, tanah bekas galian diletakkan di badan jalan, yang dikhawatirkan dapat merusak permukaan aspal yang sudah baik.

Sebenarnya, dirinya tidak menolak kegiatan tersebut demi peningkatan layanan air bersih kepada masyarakat. Namun harus ada solusi agar pelaksanaannya tidak berdampak pada infrastruktur jalan. 

Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi hal mutlak sebelum pekerjaan dilakukan, termasuk dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta pemerintah lingkungan setempat seperti RT dan RW.

"Paling tidak harus ada koordinasi dengan RT, RW, dan PU, bagaimana teknis pelaksanaannya supaya tidak merusak infrastruktur jalan yang sudah bagus," imbuhnya.

Rinie menambahkan, permasalahan serupa tidak hanya terjadi di Jalan Walter Condrad, tetapi juga di beberapa ruas jalan lain yang terdampak pekerjaan penggalian utilitas.

Ia mengingatkan, saat ini pemerintah daerah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran. Jika jalan yang sudah diperbaiki kembali rusak, maka akan dibutuhkan anggaran tambahan untuk perbaikan ulang, yang tentu tidak mudah di tengah keterbatasan fiskal.

"Dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini, memperbaiki jalan yang rusak kembali tentu berat. Apalagi anggaran daerah saat ini diprioritaskan untuk sektor pendidikan dan kesehatan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)