BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas (Gumas) Arton S Dohong mengingatkan kepada para petani karet di wilayah kabupaten bermoto Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau, supaya menjaga kualitas karet. Ini harga komoditas karet dari di Gumas sama dengan daerah lain.
"Saya minta kepada petani karet supaya menjaga kualitas karet. Sebab banyak pembeli di Palangka Raya yang mengeluh akibat kualitas karet dari daerah ini yang kurang baik," kata Arton ketika menyampaikan sambutan ketika membuka Musda Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), di Kuala Kurun, Rabu (14/12/2016).
Menurut Arton, dari informasi yang ia terima, menurunnya kualitas karet dari Kabupaten Gumas bukan secara alami. Melainkan ulah para petani yang mencampur berbagai macam bahan di dalam karet. Seperti batu, pasir, kulit kayu dan lainnya untuk menambah berat karet saat dijual.
"Berbagai macam campuran itu yang membuat kualitas karet tidak baik. Akibatnya juga berdampak pada harga karet dari Kabupaten Gunung Mas. hal itu harus menjadi perhatian serius para petani di daerah ini," cetus Arton.
Pada kesempatan itu, Arton mengingatkan kepada para petani karet di daerahnya. Supaya jangan lagi mencampur bahan yang macam-macam di dalam karet. Hal tersebut supaya kualitas karet dari wilayah Kabupaten Gumas tetap terjaga. Dengan demikian akan membawa dampak positif bagi para petani karet, termasuk harga karet juga akan membaik.
"Memang tidak semua petani yang suka mencampur bahan macam-macam di dalam karet. Kedepan saya harapkan tidak ada lagi campuran bahan lain di dalam karet. Mari kita bersama-sama menjaga kualitas karet," pungkasnya. (EPRA SENTOSA/m).








