SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama bulan Ramadan. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap siswa yang menjalankan ibadah puasa.

Anggota Komisi III DPRD Kotim, Syahbana, menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG saat Ramadan berpotensi mengganggu kekhusyukan siswa yang berpuasa, khususnya di lingkungan sekolah.

"Melihat kondisi saat ini, kami berharap pada bulan puasa program MBG bisa dihentikan sementara. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada siswa-siswi yang menjalankan ibadah puasa," ujar Syahbana, Selasa, 4 Februari 2026.

Menurutnya, meskipun tidak semua siswa menjalankan puasa, terutama di tingkat sekolah dasar, namun keberadaan program tersebut tetap perlu mempertimbangkan aspek toleransi dan nilai religius.

"Orang tua juga sedang melatih anak-anaknya untuk berpuasa. Jika program MBG tetap berjalan, dikhawatirkan kenikmatan dan kekhusyukan berpuasa akan terganggu. Kita tetap harus menghormati mereka yang berpuasa," tambahnya.

Syahbana menambahkan, penghentian sementara program MBG selama satu bulan Ramadan juga berpotensi memberikan dampak positif dari sisi efisiensi anggaran daerah.

"Kami mendengar program ini direncanakan tetap berjalan. Namun, khusus untuk Kotim, kami mengimbau agar bisa dihentikan sementara selama Ramadan. Selain menghormati nilai keagamaan, ini juga bisa menghemat anggaran," katanya.

Ia menekankan, imbauan tersebut akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait sebagai bahan pertimbangan kebijakan. Menurutnya, tujuan utama program MBG memang untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa, namun pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi sosial dan keagamaan masyarakat.

"Secara prinsip kami mendukung pemenuhan gizi anak-anak. Namun di sisi lain, bulan Ramadan memiliki nilai religius yang harus kita hormati bersama. Ini penting menjadi pertimbangan pemerintah," pungkas Syahbana. (DEWI PATMALASARI/j)