BORNEONEWS, Sampit – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengakibatkan sejumlah pohon tumbang, atap rumah warga terangkat, hingga reklame dan tenda warung roboh, Selasa, 4 Februari 2026.
Salah satu pohon tumbang terjadi di Jalan Kenan Sandan dan sempat menutup seluruh badan jalan, sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Namun, tidak berselang lama, pohon tersebut berhasil dievakuasi dan arus lalu lintas kembali normal.
Dampak angin kencang juga dirasakan warga Perumahan Graha Pramuka. Atap rumah milik salah satu warga terangkat akibat hembusan angin kuat. Atap tersebut diketahui menggunakan rangka baja ringan dan galvalum.
Sementara itu, di kawasan Pasar Rakyat Mentaya, Jalan Ahmad Yani, sekitar pukul 15.45 WIB, sejumlah reklame dan tenda-tenda warung tumbang dan berserakan. Kejadian tersebut sempat mengganggu aktivitas warga serta arus lalu lintas di sekitar lokasi. Warga menyebut angin kencang datang secara tiba-tiba dengan kekuatan cukup besar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, menjelaskan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kecepatan angin hari ini sempat mencapai kategori angin gusty atau hembusan kuat.
"Berdasarkan data BMKG, tercatat kecepatan angin gusty mencapai 20 knots, dengan rata-rata kecepatan angin berkisar 5 hingga 10 knots. Angin kencang ini berasal dari awan Cumulonimbus (CB)," kata Multazam.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem terutama saat hujan disertai angin kencang. Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati, terutama saat berada di luar rumah atau di sekitar pepohonan dan bangunan yang berpotensi terdampak angin kencang. (DEWI PATMALASARI/j)









