BORNEONEWS, Banjarmasin - Sejumlah tambak atau keramba ikan dilaporkan hanyut dan larut terbawa arus Sungai Martapura pada Rabu, 4 Februari 2026. Peristiwa ini terjadi di kawasan bawah Jembatan Banua Anyar, Kota Banjarmasin, dan sempat menghebohkan warga sekitar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tambak-tambak tersebut diduga tidak mampu menahan derasnya arus sungai, sehingga terlepas dari tambatannya dan hanyut mengikuti aliran Sungai Martapura.
Dari dokumentasi, rangka-rangka tambak yang hanyut terlihat memenuhi alur sungai. Beberapa di antaranya bahkan tampak saling bertabrakan, menimbulkan potensi bahaya bagi aktivitas sungai dan lalu lintas perahu warga.
Tidak hanya berhenti di kawasan Banua Anyar, tambak-tambak yang larut tersebut dilaporkan hanyut cukup jauh. Warga menyebutkan, rangka tambak terlihat terbawa arus hingga ke kawasan Siring Tendean, bahkan mendekati Jembatan Merdeka, Banjarmasin.
"Sampai ke siring kota larutnya," ucap Mahdi, warga setempat.
Kejadian ini dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran arus sungai serta membahayakan pengguna transportasi air, terutama perahu kecil yang melintas di Sungai Martapura.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab utama larutnya tambak-tambak tersebut serta jumlah kerugian yang dialami pemilik. (SABRIANOOR/j)









