BORNEONEWS, Palangka Raya – Kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Neraca perdagangan provinsi ini tercatat mengalami surplus hingga 3.502,54 juta dolar Amerika Serikat (Dolar AS).
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalimantan Tengah, Norhani, mengatakan capaian tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode Januari hingga Desember 2025.
“Neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada Januari–Desember 2025 mengalami surplus sebesar 3.502,54 juta Dolar AS,” ujar Norhani di Palangka Raya, Rabu, 4 Februari 2026.
Berdasarkan data BPS, total aktivitas perdagangan luar negeri Kalteng sepanjang 2025 tercatat mencapai 3.577,94 juta Dolar AS yang berasal dari kegiatan ekspor dan impor.
Norhani menilai capaian ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tidak hanya dari perdagangan dalam negeri, tetapi juga melalui pasar global.
“Catatan positif ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi dan peluang perdagangan luar negeri terus membuahkan hasil,” katanya.
Ia menambahkan, Pemprov Kalteng akan terus mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki serta memperluas akses pasar internasional agar kinerja perdagangan luar negeri tetap terjaga dan tren positif berlanjut pada 2026.
Secara rinci, nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Januari–Desember 2025 tercatat sebesar 3.540,24 juta Dolar AS, sementara impor relatif kecil, yakni sebesar 37,70 juta Dolar AS.
Komoditas utama ekspor Kalteng sepanjang periode tersebut meliputi batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, bijih zirkonium, niobium, tantalum, kayu lapis, serta lignit. Adapun negara tujuan utama ekspor antara lain Jepang, India, dan Tiongkok.
Norhani juga mengungkapkan, nilai ekspor dari sektor industri pengolahan pada Januari–Desember 2025 mencapai 912,47 juta Dolar AS atau berkontribusi sekitar 25,77 persen terhadap total nilai ekspor Kalimantan Tengah.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, ekspor hasil industri pengolahan mengalami peningkatan sebesar 226,74 juta Dolar AS atau tumbuh 33,07 persen.
Komoditas utama dari industri pengolahan yang diekspor di antaranya minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, kayu lapis, bungkil dan residu, serta kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian.
Sementara itu, komoditas impor Kalimantan Tengah selama Januari–Desember 2025 didominasi oleh aspal, mesin ekstraksi, mesin freeze dryer, ketel uap, sapi, berbagai mesin lainnya, serta mesin motor tempel.
Impor tersebut terutama berasal dari Malaysia, Singapura, dan Tiongkok.
Pemprov Kalteng berharap kinerja positif perdagangan luar negeri ini dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat daya saing produk unggulan Kalteng di pasar internasional.









