BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berdasarkan Nomenklatur perubahan kelembagaan yang rencananya berlaku, 2 Januari 2016, rencananya Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bakal dilimpahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kotawaringin Barat.
Hal tersebut turut berlaku terhadap pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Pangkalan Bun, salah satunya taman yang berada di kawasan Bundaran Pancasila saat ini.
"Nantinya Bidang Kebersihan dan Pertamanan DPU menjadi satu dengan BLH Kobar, sehingga beberapa ruang terbuka hijau akan dikelola oleh BLH," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kotawaringin Barat (Kobar), Fahrizal Fitri, Kamis (15/12/2016).
Menurut dia, dengan diberikannya kewenangan tersebut maka pihaknya akan melakukan pengelolaan ruang terbuka hijau dengan sebaik-baiknya termasuk sarana dan prasarana penunjang RTH.
Pengelolaan yang dimaksud yaitu dengan memberikan nama-nama RTH dan beberapa bundaran di Kota Pangkalan Bun sehingga dapat menjadi ikon kota di Kabupaten Kobar.
" Nantinya penataan dan pengelolaan RTH dengan ciri khasnya masing-masing dapat menjadi ikon kota di Kobar," ujar Fahrizal.
Di samping melakukan pemberian nama taman, pihaknya juga berencana menambah fasilitas taman berupa internet gratis selain taman bermain anak-anak dan jogging track.
Lanjut dia, keberadaan taman bermain dapat sinergis dengan program pemerintah yakni dapat dimanfaatkan guna mewujudkan kota Pangkalan Bun layak anak di masa yang akan datang.
Keberadaan taman kota di jantung Kota Pangkalan Bun, rupanya mendapat respon yang cukup tinggi dari masyarakat seperti taman segitiga di Kawasan Bundaran Pancasila, walau belum seratus persen selesai masyarakat sudah berbondong-bondong menyambangi lokasi. Setiap sore para orang tua membawa putra-putrinya untuk bermain di proyek yang rencananya selesai di tahun 2017 itu.
Salah satunya adalah Nurita, warga Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar ini mengapresiasi keberadaan taman yang menurutnya dapat menjadi wahana bermain alternatif bagi anak-anaknya. Namun ia juga mengkhawatirkan dampak dari keberadaan taman yang kerap dijadikan ajang melakukan aktifitas negatif pada malam hari, untuk itu ia berharap agar penataan lampu serta pengawasan terhadap remaja yang memanfaatkan fasilitas tersebut dapat dilakukan secara berkesinambungan.
" Taman ini sangat bagus buat wahan bermain anak dan rekreasi murah keluarga, tetapi jang lupa dampak negatifnya, lihat saja taman-taman yang sudah ada kerap dijadikan ajang berbuat negatif para remaja dan akhirnya menghilangkan tujuan semula pembangunan taman ini," ujar Nurita. (KOKO SULISTYO/N).








