PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rosalia (39 tahun), seorang perempuan keturunan Tionghoa sedang menempuh pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair).

Sebagai anak sulung, ia memilih jalur pendidikan kedokteran yang tidak mudah dengan tekad yang kuat untuk menjadi spesialis yang kompeten.

Program PPDS Ilmu Penyakit Dalam yang biasanya diselesaikan dalam 9 semester, namun kini sudah memasuki semester ke-11 pada masa studinya yang berlangsung dari 2021 hingga 2026. 

"Normal 9 semester dan saat ini memasuki semester 11," kata Rosa saat dikonformasi tim Borneonews.co.id, Kamis, 5 Februari 2026.

Meski lebih lama dari waktu normal, namun dokter Rosa tetap fokus dan tidak menyerah, menganggap setiap tahapan yang ditempuh sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk menjadi dokter yang handal.

Selain menjalankan tugas sebagai calon spesialis, dokter Rosa juga mulai bekerja sebagai driver Grab sejak Oktober 2025.

Ia memilih untuk berkendara pada malam hari hingga subuh dan menjadikan waktu tersebut sebagai kesempatan untuk keluar dari rutinitas akademik dan praktik rumah sakit.

"Malam sampai subuh," tambahnya. Tujuan utama dokter Rosa menjadi driver Grab bukan hanya untuk mencari penghasilan tambahan, tapi juga sebagai bentuk refreshing bagi dirinya setelah menghadapi kesibukan yang padat di dunia kedokteran.

Penghasilan tambahan yang diperoleh kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menempuh pendidikan.

"Tujuan utama menjadi driver Grab untuk mencari refreshing tambahan oenghasikan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Saat ini Rosa melakukan praktik di rumah sakit pendidikan yang menjadi bagian dari FK Unair serta rumah sakit jejaring yang berafiliasi dengan universitas tersebut.

Di tempat praktiknya, ia terus mengembangkan keterampilan klinis dan pengetahuan tentang berbagai penyakit dalam untuk menyongsong masa depan sebagai spesialis.

Perjalanan pendidikan dan pekerjaan ganda yang ditempuh Rosa menunjukkan semangat pantang menyerah dalam mengejar impian. 

Ia membuktikan bahwa dengan manajemen waktu yang baik dan tujuan yang jelas, setiap tantangan dapat diatasi sambil tetap menemukan cara untuk merawat kesejahteraan diri sendiri.

Saat ini nama dokter Rosa sedang viral. Dokter yang mengabdi di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya sejak 2015 ini sempat masuk podcast Dedy Corbuzier.

Dokter Rosa viral karena membantu seorang ibu penumpang di mobilnya yang mengalami persalinan darurat dan dr Rosa menjadi saksi sekaligus penolong lahirnya seorang bayi di kursi belakang kendaraan. (MARINI/R)