PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menetapkan target untuk naik kelas dalam pemenuhan target pembangunan berkelanjutan.

Setelah sukses meraih predikat "The Encourager" dengan skor 65,16 pada tahun 2025, Pemko kini membidik kategori yang lebih tinggi, yakni "The Innovator" (skor 80-90) atau bahkan "The Revolutioner" (skor 90-100).

Target ini dicanangkan sebagai wujud konsistensi kota dalam memimpin transformasi pembangunan di tingkat nasional.

Fairid menjelaskan bahwa untuk mencapai level "The Innovator", Pemko harus melampaui rata-rata skor kota saat ini dan terus memperkecil jarak dengan skor kota terbaik di Indonesia.

Hal ini menuntut adanya terobosan baru yang tidak hanya sekadar menjalankan program rutin, tetapi menciptakan solusi kreatif terhadap tantangan perkotaan.

"Peningkatan performa pada setiap indikator Goals dalam grafik SDGs menjadi fokus utama dalam evaluasi kebijakan mendatang," katanya Kamis, 5 Februari 2026.

Langkah menuju target tersebut akan diperkuat melalui pengembangan program-program unggulan seperti "SORGUM SUPER FOOD MASA DEPAN (SOFOOD MAPAN)" yang telah terbukti memberikan kontribusi positif.

Pemko berencana mereplikasi keberhasilan program pangan ini ke sektor lain, guna memastikan bahwa setiap inovasi yang lahir dapat diukur secara akurat melalui data indikator SDGs yang selama ini telah berhasil terisi 100 persen.

Optimisme untuk meraih predikat "The Revolutioner" didasari oleh posisi Palangka Raya yang saat ini sudah menempati Peringkat 9 dari 77 Kota di seluruh Indonesia.

Fairid menilai bahwa dengan mempertahankan integritas data dan memperkuat sinergi lintas sektor, Kota Cantik memiliki peluang besar untuk melompat ke posisi papan atas dan menjadi motor revolusi pembangunan berkelanjutan yang inklusif.

"Target kenaikan peringkat ini juga menjadi tantangan bagi seluruh perangkat daerah untuk lebih transparan dan akuntabel dalam pelaporan hasil kerja melalui platform Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM)," ungkapnya.

Wali Kota menekankan bahwa predikat bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan dari peningkatan kualitas hidup masyarakat yang nyata di lapangan, mulai dari sektor lingkungan hingga kesejahteraan sosial.

Ia menegaskan bahwa perjalanan menuju "The Innovator" adalah komitmen jangka panjang untuk menjadikan Palangka Raya sebagai kota percontohan global.

Dengan fondasi kuat yang telah dibangun, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung visi besar ini agar Palangka Raya tidak hanya menjadi "Sang Penyemangat" (Encourager), tetapi benar-benar menjadi pusat inovasi pembangunan di masa depan. (HENDRI/H)