SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menghasilkan 480 usulan pembangunan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen didominasi kebutuhan di sektor infrastruktur, terutama jalan, drainase, dan jembatan.

"Pada Musrenbang RKPD 2027 ini, ada kurang lebih 480 usulan yang masuk dalam SIPD. Yang paling dominan adalah persoalan infrastruktur jalan, drainase, dan jembatan, jumlahnya hampir mencapai 80 persen dari total usulan," ujar Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah, Kamis, 5 Februari 2026.

Musrenbang tersebut dihadiri Asisten II Setda Kotim Rody Kamislam, Kepala Bapperida Kotim Alang Arianto, serta sejumlah anggota DPRD Kotim dari daerah pemilihan (dapil) II.

Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sebelum ditetapkan sebagai program prioritas pembangunan daerah.

Irpansyah menekankan, salah satu perhatian utama yang terus disuarakan masyarakat adalah kondisi jembatan di sejumlah wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Menurutnya, masih ada jembatan tua yang hingga kini belum tersentuh pembangunan atau perbaikan signifikan.

"Kami berharap ada perhatian khusus, terutama untuk jembatan. Di wilayah Batangkang misalnya, terdapat jembatan yang menghubungkan Desa Telaga Baru dengan Desa Pelangsian. Material kayu ulin yang digunakan sudah sangat tua, bahkan diperkirakan berusia 60 sampai 70 tahun," tambahnya.

Ia menilai, kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan dan berpotensi menghambat aktivitas masyarakat apabila tidak segera ditangani. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan prioritas agar konektivitas antarwilayah tetap terjaga.

Selain itu, dirinya juga menyinggung usulan pembangunan Jembatan Sei Mentawa di Jalan Iskandar yang sebelumnya telah diajukan, namun hingga kini belum terealisasi.

"Jembatan Sei Mentawa juga sudah kami usulkan sejak beberapa waktu lalu, namun sampai sekarang belum terwujud. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi perhatian," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)