BORNEONEWS, Kasongan - Ratusan peserta tes tenaga harian lepas (THL) khusus tenaga pendidikan PAUD, SD dan SMP yang mengikuti ujian tertulis di Gedung Salawah, Kamis (15/12/2016) minta panitia rekrutmen berlaku adil dengan penilaian obyektif. Yang lolos diharapkan sesuai hasil tes, tanpa calon titipan pejabat.

"Harapan saya selaku peserta tes kepada panitia rekrutmen pengadaan THL tenaga pendidik ini bisa obyektif. Artinya hasil kelulusan itu sesuai hasil tes, dan pelaksanaan tes hari ini jangan dijadikan formalitas saja," harap ET, seorang peserta tes THL guru di Gedung Salawah usai mengikuti tes, seraya mewanti-wanti agar tidak menulis namanya di koran guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

ET mengaku mengikuti tes untuk tempatkan sebagai tenaga harian lepas guru TK/PAUD (pendidikan anak usia dini). "Yang jelas semua soal tadi sudah saya jawab dengan baik, dan saya optimistis akan lolos seleksi." 

Menurut pantauan Borneonews, sejak pukul 07.00 WIB ratusan peserta yang akan mengikuti proses seleksi tenaga harian lepas guru sudah berkumpul di Gedung Salawah Kasongan tempat kegiatan tes tertulis.

Tes tertulis ini dilakukan hanya satu hari, dan dilanjutkan tes wawancara, Jumat (16/12/2016), di Aula Dinas Pendidikan Katingan.

Kepala Bidang PSNP (Pengembangan Standar Nasional Pendidikan) Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, Ramang saat memantau tes di Gedung Salawah mengatakan, pelaksanaan tes bagi peserta calon THL guru pada Dinas Pendidikan, itu selama dua hari. "Hari ini tertulis di Gedung Salawah, dan besok tes wawancara di Aula Dinas Pendidikan."

Menurut Ramang, jumlah peserta tes THL guru ini mencapai 300 orang lebih. Sedangkan yang dicari, kata Ramang sebanyak 122 orang. Hasil tes bakal diumumkan 28 Desember 2016. "Jadi yang dicari sesuai kebutuhan itu sebanyak 122 orang, yang nantinya akan ditempatkan di sejumlah wilayah, teruama pedalaman."

Selain guru TK/PAUD, tenaga THL guru ini juga bakal ditempatkan untuk ditempatkan di sejumlah SD, dan SMP se Katingan. Tenaga THL guru yang diperlukan ini, imbuh Ramang semuanya kualifikasi Strata Satu (S1).

Di antaranya, S1 PGSD, S1 bahasa Indonesia, S1 bahasa Inggris, S1 IPA, S1 PJOK, S1 PAI, S1 pendidikan agama Kristen, dan S1 pendidikan agama Hindu.

"Pelaksanaan tes ini juga dipantau oleh sejumlah anggota DPRD Katingan," imbuh Ramang. (ABDUL GOFUR/N).