TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintah Kabupaten Barito Timur tengah menyiapkan pola kerja sama strategis dengan TNI atau Polri dalam pengelolaan Kolam Renang Patianom di kawasan Stadion Patianom.

Rencana ini diungkapkan langsung oleh Bupati Barito Timur saat meninjau fasilitas olahraga tersebut, Kamis, 5 Februari 2026.

Kolam renang yang dibangun oleh Pemkab Barito Timur ini diproyeksikan tidak hanya sebagai fasilitas olahraga umum, namun juga sebagai sarana latihan fisik khusus untuk generasi muda yang berminat mengikuti seleksi masuk TNI dan Polri.

Upaya kerja sama ini dimaksudkan agar pengelolaan dan perawatan fasilitas bisa dilakukan secara profesional dan berkelanjutan.

“Melalui kerja sama ini, kita ingin menyiapkan generasi muda Bartim agar lebih siap secara fisik menghadapi seleksi TNI dan Polri, sekaligus memastikan fasilitas ini terawat dengan baik,” tegasnya.

Yamin menjelaskan, biaya perawatan kolam renang tergolong cukup tinggi sehingga diperlukan manajemen profesional supaya fasilitas ini tidak terbengkalai atau cepat rusak.

Dengan melibatkan institusi TNI atau Polri, selain aspek teknis pengelolaan juga akan mendapatkan standar latihan fisik yang baik.

Selain itu, menurut Yamin, kolam renang ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mencakup kebugaran masyarakat umum dan kesiapan pemuda menghadapi tantangan fisik di berbagai bidang.

“Kita berharap kolam renang ini menjadi aset olahraga yang benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat Barito Timur,” tambahnya.

Wakil Bupati Adi Mula Nakalelu pun mendukung rencana tersebut. Ia mengatakan kolam renang yang terkelola baik bisa menjadi wahana olahraga sehat, sekaligus tempat pembinaan pemuda yang terstruktur.

Dukungan tersebut menunjukkan komitmen Pemkab Barito Timur untuk memaksimalkan pemanfaatan fasilitas publik yang telah dibangun.

Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya menyentuh aspek pengelolaan teknis, tetapi juga mencakup pelatihan bagi pelatih lokal, keterlibatan komunitas olahraga setempat, dan upaya mempertahankan fasilitas tetap prima. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)