BORNEONEWS, Sampit – Camat Mentawa Baru Ketapang (MBK) Irpansyah menyebut usulan bidang pendidikan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 didominasi kekurangan ruang kelas dan mebelair di sejumlah sekolah dasar (SD) di wilayahnya.
Irpansyah mengatakan, sektor pendidikan menjadi perhatian serius karena Kecamatan Mentawa Baru Ketapang berada di wilayah perkotaan dengan jumlah penduduk yang cukup padat, sehingga kebutuhan sarana pendidikan terus meningkat setiap tahun.
"Di bidang pendidikan, hasil musrenbang kelurahan dan desa yang paling menonjol adalah masih ada beberapa sekolah yang kekurangan mebelair, seperti meja dan kursi siswa," kata Irpansyah, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurutnya, kekurangan mebelair tersebut sebagian besar terjadi di sekolah-sekolah dasar yang berada di wilayah desa. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar jika tidak segera ditangani.
"Kami berharap jangan sampai ada siswa yang kekurangan meja dan kursi. Usulan ini sudah kami sampaikan agar dapat diakomodir dalam perencanaan tahun 2027," tambahnya.
Selain mebelair, Irpansyah juga menekankan pentingnya penambahan ruang kelas baru. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah peserta didik serta adanya ketentuan pembatasan jumlah siswa dalam satu kelas sesuai dengan regulasi yang berlaku, yakni Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 47 Tahun 2023 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan.
"Ada aturan yang mengatur jumlah maksimal siswa dalam satu ruang kelas. Sementara kebutuhan sekolah semakin tinggi. Akibatnya, beberapa SD mengalami kekurangan ruang kelas sehingga perlu penambahan," ujarnya.
Irpansyah berharap, melalui Musrenbang dan pengusulan yang telah dimasukkan ke dalam SIPD dapat memberikan perhatian lebih terhadap pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Sebab Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar.
"Harapan kami, kekurangan ruang kelas dan mebelair ini bisa menjadi prioritas agar proses belajar mengajar berjalan optimal dan sesuai standar," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









