BORNEONEWS, Sampit – Perumdam Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berjanji mengembalikan kondisi Jalan Walter Condrad seperti semula setelah pekerjaan galian pipa distribusi PDAM selesai dilaksanakan.
Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Mentaya Kotim Edy Dyufriadi mengatakan, seluruh pekerjaan pemasangan pipa telah melalui koordinasi dan perizinan dengan Dinas SDABMBKPRKP Kotim. Menurutnya, pihak Perumdam tidak mungkin melakukan pekerjaan tanpa izin resmi dari instansi yang berwenang.
"Kami sudah berkoordinasi dan meminta izin ke dinas terkait. Kalau tidak ada izin, kami juga tidak berani melakukan pemasangan. Prinsipnya, ini semua untuk mendukung pembangunan Kotawaringin Timur agar masyarakat benar-benar bisa terlayani air bersih," ujar Edy, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan di lapangan, Perumdam menggunakan pipa jenis HDPE yang proses penyambungannya dilakukan dengan sistem las melalui pemanasan dan pendinginan. Metode tersebut membutuhkan ruang kerja yang cukup panjang dan tidak bisa dilakukan di bawah tanah.
"Tentu setiap pekerjaan ada kendala, salah satunya kemacetan. Pipa HDPE ini harus dilas, sehingga membutuhkan bentangan pipa yang cukup panjang dan tidak bisa disambung langsung di dalam tanah," jelasnya.
Terkait galian, Edy menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan sesuai standar dari Dinas SDABMBKPRKP Kotim. Setelah seluruh tahapan pemasangan rampung, Perumdam memastikan galian maupun fasilitas jalan yang terdampak akan dikembalikan seperti kondisi awal.
"Pada prinsipnya, setelah pekerjaan selesai, pasti kami kembalikan seperti semula. Bukan hanya galian, tetapi juga jalan masyarakat yang sebelumnya dicor akan dikembalikan seperti sedia kala," tambahnya.
Namun demikian, proses perapian saat ini masih terkendala faktor cuaca. Curah hujan yang tinggi membuat kondisi tanah sulit mengering, sehingga jika dipaksakan justru berpotensi menimbulkan masalah baru seperti amblas.
"Kalau dipaksakan dirapikan sekarang, takutnya nanti amblas dan justru menimbulkan keluhan baru. Apalagi di Baamang, khususnya Jalan Walter Condrad, sering tergenang banjir," ungkapnya.
Edy menambahkan, setelah kondisi cuaca membaik dan tanah cukup kering, pihaknya akan melakukan pemadatan ulang dan menutup galian menggunakan material sirtu (pasir dan batu) agar benar-benar padat dan aman bagi pengguna jalan.
Sebelumnya, Perumdam Tirta Mentaya juga telah berkoordinasi dengan Dinas SDABMBKPRKP Kotim, khususnya dengan Bidang Bina Marga. Terkait persoalan drainase yang sempat disorot, Edy menegaskan bahwa galian pipa dilakukan di bahu jalan, bukan pada saluran drainase.
"Drainase di Jalan Walter Condrad memang sudah tersumbat sejak lama dan bukan akibat galian kami, karena yang kami kerjakan itu bahu jalan, bukan drainasenya," paparnya.
Ia memastikan Perumdam Tirta Mentaya Kotim siap mengikuti seluruh arahan dari dinas teknis serta mengembalikan kondisi jalan ke keadaan semula..
"Intinya kami siap mengikuti arahan dinas untuk mengembalikan ke kondisi awal, sembari menunggu cuacanya membaik. Jangan sampai nanti kami paksa untuk merapikan hanya untuk memenuhi kebutuhan sementara. Kalau dirapikan sekarang lalu besok diinjak-injak orang lagi bisa amblas dan lain-lain. Jadi kalau mau kembali semula itu benar-benar harus padat dan tanah atasnya pakai sirtu (pasir dan batu)," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









