BORNEONEWS, Washington – Sejumlah negara Teluk dan Timur Tengah mendesak Amerika Serikat agar tetap menyetujui perundingan dengan Iran di Oman, meskipun Teheran sempat meminta perubahan lokasi pertemuan. Desakan tersebut muncul di tengah kekhawatiran gagalnya perundingan nuklir yang dijadwalkan berlangsung Jumat.
Laporan Axios, Rabu, 4 Februari 2026, menyebut sedikitnya sembilan negara di kawasan Timur Tengah meminta pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk tidak membatalkan perundingan dan tetap membuka jalur diplomasi dengan Iran.
Menurut laporan itu, perundingan yang direncanakan digelar di Oman sempat berada di ambang kegagalan. Namun, negara-negara Arab sekutu AS mendorong Washington agar tidak menarik diri dan tetap menghadiri pertemuan tersebut.
Dua pejabat Amerika Serikat yang mengetahui proses tersebut mengatakan bahwa meskipun Washington bersikap skeptis terhadap hasil perundingan, pemerintahan Trump akhirnya menyetujui pertemuan itu sebagai bentuk penghormatan terhadap sekutu-sekutunya di kawasan Teluk.
Langkah tersebut juga disebut sebagai upaya untuk mengutamakan penyelesaian diplomatik di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran terkait program nuklir Teheran.
Perundingan di Oman dinilai krusial oleh negara-negara Teluk karena berpotensi meredakan ketegangan regional yang selama ini dipicu oleh ancaman aksi militer, pengerahan pasukan AS di kawasan, serta perbedaan pandangan tajam terkait isu nuklir Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA









