BORNEONEWS, Sukamara – Hasil inspeksi mendadak yang digelar tim gabungan Pemerintah Kabupaten Sukamara ke sejumlah toko di dalam kota pada Kamis (15/12/2016) ternyata masih banyak menemukan makanan dan minuman yang sudah kedaluwarsa sehingga tim gabungan melakukan penyitaan terhadap barang yang tidak layak konsumsi tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Pertambangan dan Energi (Disperindakoptamben) Sukamara Harapan Wahai mengatakan, sidak oleh tim yang melibatkan beberapa instansi pemerintah seperti Dinas Kesehatan Sukamara, Satpol PP Sukamara, Kepolisian dan Bagian Ekonomi Setda Sukamara bertujuan untuk memastikan makanan yang dijula oleh pedagang aman dikonsumsi masyarakat.
“Dalam pemantauan makanan kita masih menemukan beberapa makanan yang sudah rusak dan tidak layak dikonsumsi masayarakat, sementara untuk makanan yang expired itu kita bawa sebagi sampel.” kata Harapan Wahai usai sidak, Kamis (15/12/2016).
Dari hasil penemuan beberapa makanan kedaluwarsa itu, Wahai meminta kepada seluruh pedagang yang ada di Kabupaten Sukamara untuk dapat lebih berhati-hati dan selalu memperhatikan tanggal makanan yang dijual sehingga kesalahan seperti ini tidak kembali terulang.
“Kita berharap pada sidak yang nantinya kita lakukan, kita tidak kembali menemukan makan-makan rusak seperti ini lagi,” ujar Kepala Disperindakoptamben.
Wahai juga mengatakan, selain menyidak makanan kedaluawrsa, pihaknya juga memantau harga sembako di Pasar Sayur Ikan (Saik) untuk memastikan tidak terjadinya kenaikan yang cukup tinggi saat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Selain itu kita juga melihat jumlah ketersediaan sembako dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Sukamara,” tuturnya.
Wahai menjelaskan kegiatan yang dilakukan merupakan agenda rutin yang harus dilakukan saat menjelang hari-hari besar seperti lebaran dan Natal, mengingat kebutuhan masyarakat saat menjelang hari besar keagamaan akan meningkat jauh dari hari biasanya.
“Dari pemantauan kita bersama tim gabungan hari ini di Pasar Sayur Ikan (Saik) dipastikan bahwa harga sembako yang dijual oleh pedagang di sini masih normal dan kebutuhan tersedia degan cukup hanya saja pedangan mengeluhkan sepinya pengunjung dan pembeli, ” terang harapan Wahai. (NORHASANAH/m)








