JAKARTA –

BORNEONEWS, Bali - Perusahaan teknologi perjalanan global HBX Group menyatakan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi menjadi kunci utama dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang mulus dan bebas hambatan di industri pariwisata.

"Kami fokus menghilangkan friksi perjalanan dari awal sampai akhir. Saat ini, sebagian besar interaksi berbasis teks dengan pelanggan sudah digerakkan oleh AI, dan kami mulai memperluasnya ke interaksi suara," kata Chief Strategy and Transformation Officer HBX Group Javier Cabrerizo di ajang MarketHub Asia 2026 yang digelar di Bali, Kamis.

Perusahaan tersebut mengembangkan teknologi untuk menyederhanakan proses perjalanan secara menyeluruh melalui proses otomatisasi yang diterapkan pada berbagai lini, termasuk peningkatan respon layanan pelanggan, distribusi, serta integrasi teknologi di sektor perhotelan terutama dalam layanan multibahasa.

Sebagai contoh, perusahaan tersebut menerima miliaran data setiap hari. Teknologi menjadi satu-satunya jawaban untuk mengubah data sebesar itu menjadi wawasan yang bermakna dan dapat ditindaklanjuti.

HBX Group juga berencana mengembangkan pemanfaatan agentic AI yang lebih otonom, namun, tetap menerapkan prinsip human-in-the-loop, pelibatan manusia.

Peran manusia, kata Cabrerizo, tetap krusial untuk memahami logika algoritma, mengawasi keputusan, serta memastikan hasilnya sejalan dengan kepentingan konsumen. Transparansi algoritma dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan di era pariwisata berbasis AI.

"Teknologi tidak hanya meningkatkan efisiensi industri, tapi, juga memperkuat kualitas pengalaman perjalanan wisatawan secara berkelanjutan," kata dia.

ANTARA