BORNEONEWS, Sampit – Alokasi Dana Desa (ADD) seluruh desa di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipangkas untuk mendukung program Koperasi Merah Putih. Namun hingga saat ini, pembangunan gerai Koperasi Merah Putih baru terealisasi di satu desa, yakni Desa Eka Baharui.
"Saat ini gerai koperasi merah putih baru dibangun di satu desa yaitu Desa Eka baharui, sementara untuk dana desa oleh pemerintah pusat sudah dikurangi kurang lebih 1 Desa 800 juta untuk program koperasi merah putih selama 6 tahun," kata Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pemangkasan tersebut membuat pemerintah desa tidak leluasa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang dikelola oleh desa. Pasalnya, ADD yang tersisa hanya sekitar Rp300 juta, dan dana itu telah diplot untuk tujuh fokus penggunaan Dana Desa (DD) Tahun 2025/2026 sebagaimana diatur dalam Permendesa PDT Nomor 16 Tahun 2025.
Oleh karena itu, ia berharap pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di desa-desa lain dapat segera direalisasikan agar pemotongan dana desa sejalan dengan hasil nyata di lapangan.
Menurutnya, salah satu solusi yang bisa ditempuh adalah dengan memanfaatkan aset milik Pemerintah Daerah Kotim. Ia menyebutkan sejumlah aset yang berpotensi digunakan, seperti pasar di Desa Pelangsian, pasar di Desa Bapanggang Raya, atau aset pemerintah daerah lainnya yang berada di wilayah kelurahan.
"Harapan kami, jika pemerintah daerah memiliki aset, bisa diserahkan atau dimanfaatkan oleh kelurahan dan desa untuk pembangunan gerai Koperasi Merah Putih, terutama bagi desa yang belum memiliki tanah," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









