BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya menjadikan program Sorgum Super Food Masa Depan atau Sofood Mapan sebagai inovasi unggulan dalam mendukung percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nasional tahun 2025.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, Sofood Mapan dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong diversifikasi pangan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Menurutnya, pemanfaatan sorgum sebagai komoditas utama dinilai tepat karena memiliki nilai gizi tinggi, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu menjadi alternatif pangan pokok di tengah tantangan global.
“Melalui Sofood Mapan, kami ingin menunjukkan bahwa Palangka Raya siap menjadi pelopor ketahanan pangan masa depan dengan memaksimalkan sumber daya lokal,” kata Fairid, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya menyasar aspek ketersediaan pangan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian target SDGs, khususnya penghapusan kelaparan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, serta penguatan ekonomi petani lokal.
Fairid menilai, pengembangan sorgum memberikan dampak ganda, yakni membuka peluang ekonomi baru bagi petani sekaligus menyediakan sumber pangan sehat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Berdasarkan ringkasan laporan Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025, Kota Palangka Raya berhasil mencatatkan tingkat pengisian data indikator SDGs sebesar 100 persen. Capaian tersebut menempatkan Palangka Raya sebagai salah satu daerah dengan tingkat transparansi dan akuntabilitas tertinggi dari 77 kota peserta se-Indonesia.
Keberhasilan ini turut didukung sinergi lintas pemangku kepentingan, mulai dari Bappenas, APEKSI, hingga PT Surveyor Indonesia, yang memastikan inovasi Sofood Mapan memenuhi standar nasional.
Fokus pada pengembangan super food berbasis sorgum juga sejalan dengan predikat “The Encourager” yang diraih Kota Palangka Raya, sebagai daerah yang aktif mendorong pola hidup sehat dan sistem pertanian ramah lingkungan.
Dari total 98 kota di Indonesia, sebanyak 77 kota berpartisipasi dalam program I-SIM 2025. Palangka Raya menjadi salah satu daerah yang mampu menunjukkan bahwa inovasi lokal dapat bersaing dan diakui di tingkat nasional.
Ke depan, Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen memperluas area budidaya sorgum serta memperkuat hilirisasi produk agar manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat, sekaligus mendorong pencapaian target pembangunan berkelanjutan di masa mendatang.









