BORNEONEWS, PALANGKA RAYA – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) resmi memulai proses alih kelola Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Husada Borneo Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Langkah strategis ini menjadi tahap awal pembentukan Institut Muhammadiyah Kalimantan Selatan (IMKS) yang difokuskan pada penguatan pendidikan kesehatan di wilayah Kalimantan.
Proses alih kelola tersebut mulai dibahas dalam kunjungan resmi tim UMPR ke Kampus Stikes Husada Borneo di Banjarbaru, Rabu, 4 Februari 2026. Kunjungan dipimpin langsung Rektor UMPR, Assoc Prof Dr Muhamad Yusuf SSos MAP, bersama 14 anggota tim kerja universitas.
Rektor UMPR menyatakan, alih kelola ini merupakan amanah organisasi dan bagian dari pengembangan jaringan pendidikan tinggi Muhammadiyah di Kalimantan. Stikes Husada Borneo diproyeksikan berkembang menjadi institut dengan penambahan sejumlah program studi rumpun ilmu kesehatan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan kawasan strategis nasional.
“Alih kelola ini bukan sekadar perubahan manajemen, tetapi langkah penguatan kelembagaan untuk menjawab tantangan kebutuhan tenaga kesehatan di Kalimantan,” ujar Muhamad Yusuf.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas roadmap pengembangan institusi, peningkatan mutu akademik, serta integrasi tata kelola Stikes Husada Borneo ke dalam sistem perguruan tinggi Muhammadiyah. Fokus utama diarahkan pada peningkatan akreditasi, penguatan riset, dan pengembangan sumber daya manusia.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Riset UMPR, Prof Dr Ir Chandra Anugrah Putra ST MIKom, menambahkan bahwa IMKS dirancang menjadi institusi unggulan di bidang kesehatan dan teknologi dengan sistem akademik terintegrasi.
“UMPR bekerja berdasarkan ketetapan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Prinsip yang kami dorong adalah mutu, akreditasi, dan tata kelola profesional yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Stikes Husada Borneo, Faizah Wardhina SSiT MKes, menyambut positif rencana alih kelola tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan UMPR menjadi peluang strategis untuk memperkuat kapasitas institusi di tengah tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.
“Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jejaring akademik kami,” ujarnya.
Pembina Yayasan Husada Borneo, Nor Wahidah SSiT MKes, menilai integrasi dengan Muhammadiyah sebagai langkah adaptif dan visioner. Ia optimistis Stikes Husada Borneo akan berkembang lebih luas dan berkelanjutan di bawah sistem pendidikan Muhammadiyah.
Ketua Yayasan Husada Borneo, Dr Suharto SE MM, menegaskan kesiapan yayasan mendukung penuh proses alih kelola, termasuk penataan aset, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana pendidikan.
Alih kelola ini diharapkan menjadi tonggak baru penguatan pendidikan tinggi kesehatan di Kalimantan, sekaligus memperluas kontribusi UMPR dalam menyiapkan tenaga kesehatan profesional yang berdaya saing nasional.
ANTARA









