JAKARTA –

BORNEONEWS, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggandeng sektor swasta untuk mempercepat pemulihan ekosistem alam di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kolaborasi ini diwujudkan melalui penanaman pohon endemik Kalimantan seperti ulin, meranti putih, serta berbagai jenis tanaman buah lokal guna memperkaya keanekaragaman hayati.

Direktur Pengembangan, Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air OIKN, Onesimus Patiung, menegaskan bahwa pembangunan IKN sejak awal dirancang sejalan dengan prinsip ekologis dan keberlanjutan lingkungan.

“Penanaman pohon di kawasan IKN dilakukan dengan pendekatan ekologis untuk memulihkan dan memperkaya ekosistem hutan secara berkelanjutan,” ujar Onesimus di Nusantara, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan vegetasi dan ruang terbuka hijau menjadi fondasi penting dalam pembangunan kota masa depan. Selain menjaga keseimbangan ekosistem, penanaman pohon endemik juga berperan menurunkan suhu mikro dan menciptakan lingkungan yang lebih sejuk serta nyaman bagi aktivitas manusia.

OIKN mengapresiasi partisipasi Indosat Ooredoo Hutchison yang secara simbolis melakukan penanaman pohon asli Kalimantan di kawasan IKN. Kegiatan ini dilaksanakan di area Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT) dan diikuti sekitar 85 peserta dari jajaran pimpinan serta karyawan Indosat.

Onesimus menjelaskan, kawasan MHHT sebelumnya merupakan hutan tanaman industri eucalyptus. Seiring konsep IKN sebagai kota hutan, pengelolaan kawasan tersebut kini dilakukan dengan pendekatan ekologis tanpa menebang eucalyptus secara masif.

“Eucalyptus dibiarkan tumbuh hingga siklus hidupnya selesai, sementara di bawahnya kami tanami pohon-pohon asli Kalimantan untuk memperkaya biodiversitas,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, sangat dibutuhkan agar pemulihan ekosistem di kawasan IKN berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Director & Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Bilal Kazmi, menyatakan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berkaitan dengan konektivitas dan teknologi, tetapi juga tanggung jawab menjaga keseimbangan alam.

“Kami percaya teknologi yang berdampak adalah teknologi yang ikut menciptakan kota yang hijau, sehat, dan nyaman untuk generasi sekarang dan masa depan,” ujarnya.

Kolaborasi antara OIKN dan swasta ini diharapkan menjadi contoh sinergi pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pelestarian lingkungan sebagai penopang kehidupan jangka panjang di Ibu Kota Nusantara.

ANTARA