BORNEONEWS, Palangka Raya - Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli melalui Kasat Reskrim AKP Erwin T H Situmorang menyebut ada empat kejahatan yang patut diwaspadai menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2017.

Keempat kejahatan itu adalah pencurian dengan pemberatan bermodus pembobolan rumah kosong, pencuri dengan pemberatan bermodus pecah kaca mobil, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan kekerasan berbentuk jambret.

"Biasanya kalau menjelang hari raya atau pada saat, itu yang marak terjadi," ucap Erwin kepada wartawan, Kamis (15/12/2016).

Dari empat kategori kejahatan tersebut, pembobolan rumah kosong menempati urutan pertama atau paling sering terjadi. Pelaku melancarkan aksi ketika pemilik rumah melaksanakan ibadah kebaktian, atau pada saat berpergian ke rumah keluarga, ataupun ketika ke sebuah tempat wisata.

Erwin pun mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memberikan kunci pengaman lebih pada rumah termasuk barang-barang berharga.

"Kalau selama Desember ini, baru ada tiga kejadian pembobolan rumah kosong," ungkap Erwin.

Kemudian, pecah kaca mobil juga patut diwaspadai. Kejahatan ini terjadi ketika korban yang baru saja mengambil uang di salah satu bank, lalu singgah di suatu tempat dan keluar dari mobil tanpa membawa barang berharga. Termasuk uangnya. Selama Desember ini, kejahatan tersebut telah terjadi sebanyak tujuh kali di Kota Palangka Raya. Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan siapa pelakunya.

Selanjutnya, pencurian kendaraan bermotor. Ini bisa terjadi karena kelalaian pemilik, bisa juga lantaran pelaku memiliki keahlian hanya dengan menggunakan sebuah kunci. Untuk itu, Erwin mengingatkan supaya masyarakat tidak menempatkan motor tanpa ada pengaman. Kalau perlu diberi kunci tambahan.

Terakhir jambret. Kejahatan ini bisa terjadi dimana-mana dengan sasaran korban adalah perempuan. Modusnya, pelaku memepet calon korban ketika berkendara. Kemudian menarik tas yang terselempang di bahunya. Namun jambret juga bisa terjadi ketika di kerumunan warga.

Menurut Erwin, selain memberikan imbauan, aparat juga melakukan patroli di kawasan rawan terjadinya tindak kejahatan. Di Kota Palangka Raya sendiri yang paling sering terjadi adalah di wilayah Kecamatan Pahandut.

Hal ini juga diamini Camat Pahandut, Abramsyah. Oleh sebab itu, Abramsyah juga mengingatkan supaya warganya selalu waspada terhadap segala bentuk kejahatan.

"Memang di Kecamatan Pahandut paling sering terjadi dari pada kecamatan lainnya. Saya sudah membaca juga beberapa kejadian di Palangka Raya melalui media massa. Jadi saya meminta kesadaran masyarakat untuk sama-sama memelihara keamanan. Selalu waspada dan laporkan ke pihak yang berwajib apabila mengetahui hal mencurigakan," tuturnya. (BUDI YULIANTO/m)