KASANGAN –

BORNEONEWS, Sampit – Kondisi Jembatan Batangkang di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kian memprihatinkan.

Jembatan yang menghubungkan Desa Telaga Baru dengan Desa Pelangsian itu disebut sudah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan, padahal menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat.

Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah mengatakan, jembatan tersebut merupakan salah satu infrastruktur tua yang hingga kini belum mendapat perhatian dari pemerintah.

"Harapan kami khususnya menyangkut jembatan, karena selama ini belum mendapat perhatian. Di Batangkang ada jembatan yang sangat perlu penanganan, menghubungkan Desa Telaga Baru dengan Desa Pelangsian," ujar Irpansyah, Jumat, 6 Februari 2026.

Ia menjelaskan, jika dilihat dari materialnya, jembatan itu menggunakan kayu ulin yang diperkirakan sudah berusia 60 hingga 70 tahun. Kondisi tersebut membuat jembatan rawan dan membahayakan pengguna jalan.

"Kalau melihat material kayu ulinnya, sudah sangat tua sekali. Bahkan untuk kendaraan roda dua saja sudah sulit melintas. Usianya memang sudah terlalu lama dan tidak pernah tersentuh pembangunan," tambahnya.

Keberadaan jembatan Batangkang sangat penting untuk menunjang mobilitas warga. Tanpa perbaikan atau pembangunan baru, masyarakat kesulitan beraktivitas.

Dalam Musrenbang RKPD Tahun 2027 tingkat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, pembangunan Jembatan Batangkang diusulkan dan tercatat sebagai salah satu dari 480 usulan yang disampaikan ke pemerintah daerah. (DEWI PATMALASARI/R)