BORNEONEWS, Sampit – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Ahmad Sarwo Oboi, menjelaskan rencana kerja sama pengelolaan cold storage atau tempat penyimpanan ikan untuk hasil tangkapan nelayan akan melibatkan pihak ketiga sebagai pembeli utama ikan.
“Jadi pihak ketiga langsung membeli semua ikan nelayan, tidak ada yang beli 5 kg atau dikit-dikit," Jumat, 5 Februari 2026.
Pemerintah daerah setempat merencanakan pembangunan cold storage yang dipusatkan di Desa Sei Ijum Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS). Pembangunan cold storage ini dinilai sangat penting untuk menyimpan hasil tangkapan para nelayan.
Oboi menjelaskan nantinya penggunaan cold storage itu bekerjasama dengan pihak ketiga.
Mereka yang ini akan memanfaatkan cold storage tersebut sebagai tempat penyimpanan ikan yang sudah dibeli dari para nelayan.
Sementara pemerintah daerah sendiri akan mendapat retribusi penggunaan cold storage per kilogram ikan dari pihak ketiga.
“Pihak ketiga itu membayar retribusi ke kita. Itu sudah ada perda-nya. Saya lupa berapa retribusi per kilonya,” ungkapnya.
Terkait harga ikan di pasar, ia memastikan stabilitas harga tetap terjaga meskipun hasil tangkapan ikan diborong oleh pihak ketiga. Bahkan, dengan penggunaan lokasi bongkar muat di Sungai Ijum yang lebih efisien, harga ikan berpotensi menjadi lebih murah.
“Harapan kami kalau bongkar muatnya di Sei Ijum harga ikan lebih murah karena bongkarnya lebih cepat daripada bongkar di pelabuhan PPM sehingga mengurangi biaya. Insya Allah harga tidak berubah,” jelasnya.
Dengan sistem ini, diharapkan nelayan di Kotim memperoleh kemudahan dalam menjual hasil tangkapan, sementara pemerintah daerah mendapatkan pemasukan melalui retribusi penyimpanan di cold storage yang terkelola dengan baik. (DEVIANA/H)









