PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kecamatan Pahandut resmi menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pada hari ini, Jumat, 6 Februari 2026.

Kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta usulan pembangunan yang bersifat partisipatif.

Forum ini dihadiri oleh puluhan perwakilan warga, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, hingga jajaran pejabat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan.

Arbert menyampaikan bahwa Musrenbang bukan sekadar seremonial, melainkan landasan utama dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) agar setiap program yang dijalankan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Kehadiran puluhan ketua RT dan RW dalam kegiatan ini memberikan warna tersendiri pada diskusi yang berlangsung.

Sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan dinamika warga, mereka aktif menyuarakan berbagai isu krusial di wilayah masing-masing.

Fokus utama yang mengemuka dalam forum ini mencakup perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, peningkatan sistem drainase untuk mengantisipasi banjir, hingga penguatan fasilitas kesehatan tingkat dasar.

Selain aspek fisik, Musrenbang Kecamatan Pahandut kali ini juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Beberapa perwakilan warga mengusulkan adanya pelatihan keterampilan bagi pemuda serta bantuan modal bagi pelaku UMKM.

Hal ini sejalan dengan visi kota untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di tengah tantangan global yang semakin dinamis.

Sepanjang sesi diskusi, para pejabat daerah dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) turut memberikan tanggapan teknis terkait usulan yang masuk.

Mereka memberikan penjelasan mengenai skala prioritas dan ketersediaan anggaran daerah.

Proses dialogis ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan kolektif mengenai daftar usulan prioritas yang nantinya akan dibawa ke Musrenbang tingkat kota. (HENDRI/H)