PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Selain bahan pangan pokok, harga elpiji dan minyak goreng turut menjadi perhatian dalam pemantauan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Bulan Ramadan 1447 H Tahun 2026 di Pasar Besar Palangka Raya.

Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko menyampaikan bahwa harga minyak goreng curah masih berada pada ambang batas ketentuan meskipun terdapat perbedaan satuan penjualan antara kilogram dan liter.

Sementara itu, harga elpiji 3 kilogram di tingkat eceran yang mencapai Rp35.000 menjadi perhatian bersama dalam pemantauan tersebut.

“Idealnya harga elpiji di tingkat pangkalan berada di kisaran Rp22.000, sehingga harga di tingkat pengecer diharapkan dapat dibatasi maksimal Rp25.000 agar tercipta keseragaman harga,” ujar Yuas Elko di Palangka Raya, seperti dikutip Borneonews pada Jumat, 6 Februari 2026.

Pemantauan harga pangan ini dilakukan bersama unsur Forkopimda, Kepala Bulog Kalimantan Tengah, serta sejumlah kepala OPD Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, Yuas Elko menyoroti perbedaan harga elpiji di tingkat pangkalan dan pengecer yang ditemukan saat pemantauan di lapangan. (HERMAWAN DP/j)