BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan nelayan serta masyarakat di wilayah pesisir selatan Kalteng untuk mewaspadai potensi gelombang laut setinggi hingga 2 meter yang diperkirakan terjadi selama sepekan ke depan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq, mengatakan tinggi gelombang di perairan selatan Kalimantan Tengah diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 2 meter, yang masuk dalam kategori rendah hingga sedang, namun tetap berisiko bagi aktivitas pelayaran dan nelayan kecil.
“Waspadai potensi tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2 meter di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah selama sepekan,” ujarnya di Palangka Raya, Sabtu, 7 Februari 2026.
Selain gelombang tinggi, BMKG juga mengimbau masyarakat pesisir agar waspada terhadap pertumbuhan awan konvektif atau awan cumulonimbus (CB). Awan jenis ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang yang dapat menambah tinggi gelombang laut.
“Pertumbuhan awan CB dapat meningkatkan tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalimantan Tengah. Masyarakat diimbau lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut,” kata Ihsan.
BMKG memantau adanya daerah belokan angin dan konvergensi di wilayah Kalimantan Tengah yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan. Kondisi tersebut diperkuat oleh kelembaban udara yang relatif basah serta labilitas atmosfer lokal yang mendukung proses konvektif.
Untuk tiga hari ke depan, kecepatan angin di wilayah Kalteng diperkirakan berada pada kisaran 5 hingga 20 kilometer per jam, dengan arah dominan bertiup dari selatan ke timur. Sementara itu, suhu udara berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban udara mencapai 60 hingga 100 persen.
BMKG mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir Kalteng untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini sebelum melaut. Informasi cuaca dapat diakses melalui laman resmi BMKG, aplikasi BMKG, serta kanal media sosial resmi BMKG.
ANTARA









