BORNEONEWS, Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menaruh harapan besar pada kehadiran stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) baru sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, menegaskan keberadaan SPBU merupakan kabar baik bagi masyarakat karena memperluas akses terhadap bahan bakar minyak (BBM) yang terjangkau dan berkualitas.
“Kehadiran SPBU akan mempermudah akses BBM, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa, kelurahan, hingga kecamatan,” kata Jaya Monong di Kuala Kurun, Sabtu, 7 Februari 2026.
Ia menilai, dukungan infrastruktur energi menjadi salah satu faktor penting dalam memacu aktivitas ekonomi lokal, termasuk tumbuhnya usaha kecil dan menengah di wilayah Gunung Mas.
“Dengan diresmikannya SPBU ini, pelayanan energi kepada masyarakat diharapkan semakin optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan serta perekonomian daerah,” ujar bupati dua periode itu.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunung Mas mencatat saat ini telah beroperasi enam SPBU yang tersebar di lima kecamatan, yakni Sepang, Mihing Raya, Kurun, Rungan, dan Manuhing. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Kurun memiliki dua SPBU, sedangkan kecamatan lainnya masing-masing satu unit.
Sekretaris Disperindag Gunung Mas, Yunae, menyebut SPBU di Kecamatan Mihing Raya yang berlokasi di Desa Dahian Tambuk merupakan SPBU terbaru yang diresmikan akhir Januari 2026.
“Selain SPBU, di Mihing Raya juga terdapat Agen Premium Minyak Solar (APMS),” ungkapnya.
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat, Gunung Mas juga memiliki 13 unit Pertashop yang tersebar di sejumlah kecamatan, yakni satu unit di Mihing Raya, empat unit di Kurun, satu unit di Rungan, satu unit di Rungan Barat, empat unit di Manuhing, dan dua unit di Tewah.









