JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memaparkan capaian dukungan terhadap berbagai program unggulan pemerintah sepanjang tahun 2025, mulai dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Direktur Risk Management BSI, Grandhis H. Harumansyah, mengatakan sepanjang 2025 perseroan telah menyalurkan KUR senilai Rp12,2 triliun kepada sekitar 90 ribu nasabah di seluruh Indonesia.

Selain itu, BSI juga berperan aktif mendukung Program 3 Juta Rumah melalui pembiayaan FLPP bersubsidi. Sejak proses merger hingga akhir 2025, BSI tercatat telah menyalurkan pembiayaan FLPP sebesar Rp3,5 triliun untuk 23 ribu unit rumah.

“Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen BSI dalam mendukung akses pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat,” ujar Grandhis di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Tak hanya sektor pembiayaan, BSI juga terlibat dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyediakan 1.350 virtual account (VA) bagi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) guna menunjang kelancaran transaksi harian.

BSI turut berkontribusi dalam rencana pembangunan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), serta telah menuntaskan penyaluran dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) dari Kementerian Keuangan sebesar Rp10 triliun pada Oktober 2025.

Dana SAL tersebut disalurkan ke berbagai sektor, mulai dari rantai nilai bisnis UMKM, pembiayaan griya non-program, pembiayaan gadai dan cicil emas, hingga pembiayaan konsumer.

“Dana tersebut kami arahkan ke sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha,” jelas Grandhis.

Sementara itu, Direktur Distribution and Sales BSI, Anton Sukarna, menyampaikan bahwa bisnis emas perseroan mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hingga Desember 2025, bisnis cicil emas dan gadai emas BSI tumbuh 78,6 persen secara tahunan menjadi Rp22,9 triliun.

Produk cicil emas tercatat melonjak 101,23 persen secara tahunan menjadi Rp12,89 triliun, sedangkan gadai emas tumbuh 56,05 persen menjadi Rp10,02 triliun.

Sepanjang 2025, volume penjualan emas BSI mencapai 2,2 ton. Saat ini, perseroan juga tengah menyiapkan peluncuran produk bulion baru berupa simpanan emas (gold deposit) yang direncanakan rilis pada akhir Februari 2026.

“Untuk produk cicil dan gadai emas, jumlah nasabah kami sudah mencapai 640 ribu. Sedangkan nasabah murni bulion, termasuk titipan dan jual beli emas, sudah sekitar 530 ribu,” ujar Anton.

ANTARA