KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan – Kabar mengejutkan datang dari tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Katingan. Lery Bungas, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Katingan untuk periode 2022–2026.

Keputusan tersebut dituangkan dalam surat pengunduran diri resmi yang terhitung mulai berlaku sejak 6 Februari 2026. 

Dalam surat tersebut, Lery mengungkapkan beberapa alasan mendasar di balik keputusannya menanggalkan jabatan sebelum masa baktinya berakhir.

Lery secara terbuka menyebutkan adanya hambatan dalam menjalankan visi perusahaan. Berikut adalah poin-poin utama yang menjadi alasan pengunduran dirinya, yakni kurangnya dukungan internal dan eksternal.

Ia mengaku kesulitan membawa perusahaan melakukan pembenahan dan kemajuan tanpa adanya supporting system yang solid, baik dari sisi internal perusahaan maupun pihak luar.

Lery juga mengakui adanya desakan serta dorongan kuat yang memintanya untuk mundur dari posisi strategis tersebut.

Selain faktor profesional, faktor kesehatan menjadi pertimbangan serius. Ia mengungkapkan saat ini tengah berfokus pada pemulihan kondisi kesehatan akibat penyakit diabetes (gula tipe 2) yang dideritanya.

Meski mengundurkan diri di tengah jalan, Lery menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kesempatan dan pengalaman berharga yang didapatnya selama memimpin PDAM Katingan.

"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama saya bertugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Saya berharap PDAM Kabupaten Katingan yang melayani hajat hidup orang banyak dapat semakin sukses dan maju ke depannya," tulisnya dalam surat tersebut, sebagaimana diterima borneonews.co.id, Sabtu, 7 Februari 2026.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Katingan selaku pemilik modal belum memberikan keterangan resmi terkait siapa yang akan ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) atau pengganti definitif untuk mengisi kekosongan kursi kepemimpinan di PDAM Katingan.

Dari informasi yang diperoleh media ini, para karyawan PDAM Kabupaten Katingan tersebut sudah enam bulan ini tidak menikmati gaji atau honor.

Buntutnya sudah beberapa bulan terakhir distribusi air PDAM tersebut kerap macet, meski kadang lancar namun kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan sudah tidak layak karena keruh bercampur lumpur.

Dua hari sebelum pengunduran Lery Bungas sebagai Direktur PDAM Katingan, Bupati Katingan, Saiful bersama sejumlah pejabat setempat melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke kantor PDAM tersebut. (ABDUL GOFUR/j)