BORNEONEWS, Jakarta – Pembukaan lapangan pekerjaan secara masif dinilai menjadi faktor kunci dalam mendorong kembali penjualan kendaraan bermotor di Indonesia. Hal itu disampaikan ekonom Bank Permata, Josua Pardede, yang menilai peningkatan pendapatan masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan pekerjaan formal.
Menurut Josua, selama lapangan kerja belum tumbuh signifikan, daya beli masyarakat, khususnya di sektor otomotif, akan tetap tertahan.
“Harus ada pembukaan lapangan pekerjaan yang signifikan dan masif dari pemerintah. Dengan begitu, pendapatan masyarakat bisa meningkat secara nyata,” ujar Josua saat ditemui di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menjelaskan, melemahnya penjualan kendaraan dalam beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari dominasi pekerja di sektor informal yang memiliki penghasilan tidak tetap. Kondisi tersebut membuat masyarakat cenderung menahan pembelian barang bernilai besar, termasuk kendaraan.
“Banyak masyarakat bekerja di sektor informal. Pendapatan mereka tidak menentu dan tidak mengalami peningkatan signifikan. Ini berpengaruh langsung terhadap daya beli,” katanya.
Josua mencatat, sepanjang 2023 hingga 2025, penjualan mobil nasional belum mampu menembus angka 1 juta unit per tahun, berbeda dengan tren pada tahun-tahun sebelumnya yang relatif stabil di atas angka tersebut.
“Secara historis, penjualan mobil Indonesia itu selalu di atas 1 juta unit. Tapi sejak 2023 sampai 2025, angkanya berada di bawah itu. Kalau dilihat dari data makro, penurunan daya beli menjadi penyebab utamanya,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila pemerintah mampu membuka lapangan kerja dalam skala besar, maka mobilitas masyarakat akan meningkat dan kebutuhan terhadap kendaraan operasional pun ikut terdorong.
“Ketika masyarakat lebih sibuk bekerja dan beraktivitas, kebutuhan kendaraan untuk menunjang kegiatan sehari-hari juga otomatis meningkat,” ujarnya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil roda empat secara wholesales tercatat sebanyak 803.687 unit, melampaui target asosiasi tersebut. Sementara penjualan ritel mencapai 833.692 unit kendaraan yang berhasil diserap konsumen.
Meski demikian, GAIKINDO masih bersikap konservatif dengan menetapkan target penjualan tahun ini sebesar 850 ribu unit, tidak jauh berbeda dari target tahun sebelumnya, seiring masih terbatasnya daya beli masyarakat.
ANTARA









