PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Asisten Direktur Senior Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis atau PEPK dan LMSt Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada, menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara OJK, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD, serta Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Menurut Andrianto, kerja bersama yang solid menjadi kunci agar perluasan akses keuangan dapat diwujudkan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

"Kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat penjangkauan layanan keuangan formal hingga ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini masih terbatas aksesnya terhadap pembiayaan dan produk jasa keuangan," kata Andrianto pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Ia menyampaikan, peran TPAKD sebagai simpul koordinasi di daerah perlu terus diperkuat agar program-program inklusi keuangan dapat berjalan sejalan dengan kebutuhan riil masyarakat. Dukungan aktif dari LJK juga menjadi faktor penting dalam memastikan ketersediaan produk dan layanan keuangan yang relevan, terjangkau, serta mudah diakses.

Sebagai instrumen strategis dalam penguatan kebijakan inklusi keuangan, OJK juga telah meluncurkan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD).

"Indeks ini digunakan untuk memetakan kondisi akses dan inklusi keuangan secara komprehensif di seluruh Indonesia, termasuk di tingkat provinsi dan kabupaten/kota," tuturnya.

Dengan adanya IKAD, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diharapkan memperoleh gambaran yang lebih presisi mengenai kebutuhan, potensi, serta tantangan di masing-masing wilayah. Data tersebut dapat menjadi dasar perumusan program TPAKD agar lebih terarah dan berbasis pada kondisi faktual di lapangan.

Andrianto menambahkan, pemanfaatan IKAD diharapkan mampu mendorong percepatan akses keuangan yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pembangunan ekonomi daerah. Sinergi OJK, TPAKD, dan LJK pun diharapkan menjadi motor penggerak inklusi keuangan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)