KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Puluhan pecatur dari Kota Palangka Raya dan sekitarnya mengikuti Kejuaraan Catur MALAPI CUP 2026 yang digelar di MALAPI Taman Kuliner, Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya. Turnamen ini berlangsung selama empat hari, 7-10 Februari 2026, dan menjadi ajang kompetisi sekaligus silaturahmi bagi para pecinta olahraga catur.

"Kejuaraan ini mempertandingkan sistem Swiss tujuh babak tanpa notasi, dengan total hadiah sebesar Rp5 juta," ungkap Cak Sam, panitia turnamen.

Panitia menetapkan biaya pendaftaran yang terjangkau, yakni Rp10 ribu, sekaligus memberikan fasilitas kopi gratis bagi seluruh peserta, sehingga menambah daya tarik turnamen tersebut.

Rangkaian pertandingan dimulai pada Sabtu, 7 Februari 2026, diawali dengan technical meeting (TM) pada pukul 10.00 WIB. Babak pertama digelar pukul 12.00–15.00 WIB dan dilanjutkan babak kedua pada pukul 18.00–21.00 WIB. Sejak hari pertama, pertandingan berlangsung kompetitif dengan antusiasme tinggi dari para pecatur.

Pada Minggu, 8 Februari 2026, pertandingan dilanjutkan dengan babak ketiga dan keempat yang masing-masing dilaksanakan pada siang dan malam hari. Sementara itu, babak kelima dan keenam digelar pada Senin, 9 Februari 2026, dengan jadwal sore dan malam guna menyesuaikan aktivitas peserta agar tidak mengganggu jam sekolah maupun pekerjaan.

Babak penentuan atau babak ketujuh dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 16.00–19.00 WIB. Usai seluruh pertandingan rampung, panitia akan melaksanakan pembagian hadiah pada pukul 20.00 WIB kepada para pemenang berdasarkan perolehan nilai tertinggi.

Setidaknya 70 pecatur telah terdaftar mengikuti turnamen ini, terdiri dari pemain berbagai usia dan latar belakang, termasuk pecatur pemula hingga pemain berpengalaman. Kehadiran peserta perempuan juga menambah warna tersendiri dalam kejuaraan tersebut, mencerminkan inklusivitas olahraga catur di Palangka Raya.

Panitia berharap, Kejuaraan Catur MALAPI CUP 2026 dapat menjadi agenda rutin yang mampu mendorong perkembangan olahraga catur di Kalimantan Tengah, sekaligus menjadi ruang pembinaan, kompetisi sehat, dan hiburan strategis bagi masyarakat. (SABRIANOOR/y)