BORNEONEWS, Kuala Kapuas - RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas memperkuat penanganan pasien Tuberkulosis (TB) dengan mengoptimalkan bangunan ruang isolasi yang telah selesai dibangun pada tahun 2025. Fasilitas ini disiapkan untuk memastikan pasien TB, khususnya TB Paru, dapat ditangani secara terpisah dan aman tanpa berisiko menularkan penyakit kepada pasien lain.
Bangunan isolasi tersebut akan difungsikan sebagai ruang perawatan khusus pasien dengan indikasi penyakit menular, termasuk TB Paru. Dengan adanya fasilitas ini, pasien TB tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit lain, sehingga dapat mengurangi beban biaya dan mempermudah akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Mutu Pelayanan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Kastalani, menegaskan bahwa penanganan pasien TB memerlukan pengaturan alur pelayanan yang jelas dan terpisah.
“Pasien TB yang datang berobat harus ditangani melalui jalur khusus, sehingga tidak bercampur dan tidak terpapar dengan pasien lain,” ujarnya.
Selain ruang isolasi rawat inap, RSUD Kapuas juga menyiapkan ruangan isolasi khusus di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ruang tersebut akan digunakan untuk penanganan awal pasien TB Paru dengan alur pelayanan tersendiri, guna mencegah potensi penularan sejak pasien pertama kali datang ke rumah sakit.
Optimalisasi ruang isolasi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan RSUD Kapuas sekaligus bentuk dukungan terhadap program penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Kapuas. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sistem pelayanan kesehatan dan menekan angka penularan TB di lingkungan rumah sakit maupun masyarakat.
Kebijakan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Kapuas yang dilaksanakan pada Kamis siang, 5 Februari 2026, di Aula Gedung Manajemen RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Rapat dipimpin oleh Kastalani dan dihadiri jajaran direksi serta manajemen rumah sakit, staf terkait, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Netty Kuswara, SKM, selaku Pengelola Program Tuberkulosis Dinkes Kabupaten Kapuas.
(SABRIANOOR/y)









