BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, mengingatkan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menyelenggarakan Sensus Ekonomi 2026 dengan cakupan yang lebih luas.
Ia menekankan bahwa sensus tidak boleh hanya berfokus pada usaha fisik atau konvensional, melainkan juga harus mampu menangkap aktivitas ekonomi digital yang semakin berkembang.
Di era digitalisasi saat ini, kata Hatir, aktivitas ekonomi digital seperti perdagangan daring, jasa layanan berbasis aplikasi, dan usaha kreatif online telah menjadi bagian penting dari perekonomian lokal.
Selain itu, sektor informal yang mencakup pedagang kaki lima, pekerja harian lepas, dan usaha rumahan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat.
Hatir menyatakan bahwa, data sensus yang tidak komprehensif akan menyebabkan pemetaan ekonomi daerah tidak akurat, sehingga berdampak pada perumusan kebijakan pembangunan yang kurang tepat sasaran.
"Sensus ekonomi harus mampu menggambarkan kondisi riil ekonomi masyarakat. Jika hanya fokus pada usaha konvensional, maka kita akan melewatkan kontribusi besar dari sektor digital dan informal yang menjadi tulang punggung ekonomi banyak orang," ujarnya, Sabtu, 7 Februari 2026.
Ia juga menambahkan bahwa data yang akurat akan menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam merencanakan pembangunan dan mengevaluasi kebijakan yang telah diterapkan. Hatir Sata Tarigan juga mengingatkan pentingnya sosialisasi yang masif kepada masyarakat agar mereka mau berpartisipasi aktif dalam sensus.
"Untuk memastikan kelancaran dan akurasi Sensus Ekonomi 2026, Hatir mengemukakan perlunya kolaborasi erat antara BPS, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat," tambahnya.
Pemerintah daerah katanya dapat membantu dalam sosialisasi dan pendataan, sementara masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi yang jujur dan lengkap.
Dengan kerja sama yang baik, diharapkan Hatir Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan data yang komprehensif dan akurat, yang nantinya akan menjadi dasar bagi pembangunan ekonomi Palangka Raya yang lebih baik dan inklusif. (MARINI/y)









