MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memberi kejutan. Ia mendadak datang ke Kalimantan Tengah, khususnya Pulang Pisau dan memastikan rakyat daerah ini akan sejahtera.
Ia datang ke Desa Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau untuk memastikan bahwa tak lama lagi akan berdiri pabrik pengolahan kayu sengon. Pabrik itu untuk mengolah kayu hasil tanaman rakyat setempat. Secara agregat, saat ini ada sumber daya/bahan baku lahan bertanaman sengon seluas 16.000 hektare di Pulang Pisau melalui program HTR. Dan itulah yang akan diolah oleh pabrik tersebut.
Sudah pasti, kita berharap, Menteri Siti bukan sekedar basa-basi. Tetapi yang lebih penting adalah meyakinkan rakyat. Yang, selama ini sudah menanti-nanti.
Jika Ibu Menteri mau duduk sejenak dan berdialog dengan warga, maka yang akan didengar atau dilihat adalah wajah-wajah traumatis. Proyek raksasa yang berjudul ‘Proyek Gambut Sejuta Hektare’ bukanlah proyek untuk menyejahterakan rakyat setempat. Tetapi lebih mencerminkan ‘proyek orang-orang gedean’ dari ibu kota sono.
Benar, pemerintah tidak boleh lagi menebar janji. Dan Ibu Menteri tidak boleh basa-basi. Hanya datang untuk mempersiapkan kehadiran Presiden Jokowi. Pelaku usaha swasta yang mau membangun pabrik pengolahan kayu sengon, semoga cepat terealisasi.
Jika selama ini pemerintah mengaku sudah memberikan 18 juta hektare lahan HTR kepada rakyat dan tidak jelas hasilnya, maka haruslah diaudit. Dan dicari di mana, dan di tangan siapa letak persoalannya.
Tidak boleh lupa pula, baru dua bulan lalu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan, Hadi Daryanto menyerahkan lahan HTR 1,6 juta hektare untuk rakyat Kalteng. Lahan itu tersebar di tiga kabupaten, yaitu Lamandau, Kapuas dan Kotawaringin Timur.
Agar kelak Ibu Menteri bisa membuktikan bahwa rakyat disejahterakan oleh HTR, maka saat ini jangan lengah. Petakan dan programkan segera secara konkrit, untuk HTR macam apa lahan 1,6 juta hektare itu.
Dan yang penting adalah, Ibu Menteri pastikan pula, agar di lapangan kelak, rakyat benar-benar sejahtera. Karena program-program berlabel inti-plasma, bapak angkat-anak angkat, selama ini bias. Yang makmur sejahtera hanya inti dan bapak angkat. Sementara plasma dan anak angkat, tetap saja menderita.








