PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah warga di Desa Jabiren Raya, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu malam, 7 Februari 2026. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, seluruh bangunan beserta isi rumah dilaporkan habis terbakar.

Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Pulang Pisau Hayes Hendra melalui Kepala Bidang Damkar, Marto, membenarkan peristiwa tersebut. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.35 WIB di kawasan Jalan Trans Lintas Kalimantan.

“Ya benar, pada Sabtu malam sekitar pukul 22.35 WIB telah terjadi kebakaran pada sebuah rumah warga di Desa Jabiren Raya. Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar,” ujar Marto. Minggu, 8 Febuari 2026.

Marto menjelaskan, saat kejadian rumah dalam kondisi kosong karena ditinggal pemiliknya. Berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi, api pertama kali terlihat muncul dari bagian belakang rumah sebelum dengan cepat merambat dan menghanguskan seluruh bangunan beserta perabot rumah tangga di dalamnya.

Warga setempat sempat melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya sembari melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Tak lama berselang, personel Pemadam Kebakaran Kabupaten Pulang Pisau tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman bersama masyarakat. BPBD Kabupaten Pulang Pisau kemudian menyusul untuk melakukan pemadaman lanjutan hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Proses penanganan melibatkan tim gabungan dari Damkar Kabupaten Pulang Pisau, BPBD Kabupaten Pulang Pisau, serta masyarakat sekitar. Selain pemadaman api, petugas juga melakukan pendinginan guna mencegah munculnya titik api baru serta pengamanan area lokasi kejadian.

“Api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Tidak ada korban jiwa, situasi sudah aman dan terkendali, serta tidak ditemukan titik api lanjutan. Data korban dan estimasi kerugian saat ini telah kami catat untuk tindak lanjut penanganan,” tambah Marto.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman. Marto mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama memastikan kondisi instalasi listrik aman saat meninggalkan rumah. (RETHA/H)