PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kenaikan dan penurunan harga emas yang tidak menentu mengharuskan adanya kontrol ketat terhadap alat timbang yang digunakan dalam setiap transaksi.

Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal menegaskan bahwa ketepatan alat timbang sangat menentukan agar transaksi berlangsung adil dan tidak merugikan masyarakat.

Menurut Samsul Rizal, fluktuasi harga emas yang sering terjadi membuat nilai setiap satuan berat menjadi sangat signifikan. Bahkan perbedaan sedikit dalam pembacaan timbangan dapat menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi konsumen maupun pedagang. 

"Kita tidak boleh menganggap remeh hal ini, karena setiap miligram emas memiliki nilai ekonomi yang cukup besar," ujarnya, Minggu, 8 Februari 2026.

DPKUKMP Kota Palangka Raya telah melakukan serangkaian tindakan untuk memastikan semua alat timbang yang digunakan di toko emas dan pedagang perhiasan di wilayah kota telah terkalibrasi dengan benar. 

Petugas telah melakukan pemeriksaan berkala ke berbagai tempat usaha yang bergerak di bidang perdagangan emas sejak awal tahun ini.

Selain pemeriksaan berkala, pihaknya juga memberikan penyuluhan kepada para pelaku usaha tentang pentingnya menggunakan alat timbang yang standar dan melakukan kalibrasi secara berkala.

Langkah ini untuk meningkatkan kesadaran bahwa transaksi yang adil tidak hanya menguntungkan konsumen tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap bisnis emas di kota ini.

Masyarakat diimbau lebih cermat saat melakukan transaksi emas. Jika menemukan adanya kecurigaan terkait ketepatan alat timbang atau praktik yang tidak jelas, masyarakat dapat langsung melaporkannya ke DPKUKMP atau instansi terkait.

"Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan perdagangan emas yang sehat dan adil," jelasnya.

Ke depannya DPKUKMP Kota Palangka Raya berencana meningkatkan frekuensi pemeriksaan alat timbang, terutama menjelang musim liburan dan hari-hari besar yang biasanya menjadi masa-masa puncak transaksi emas. 

"Kami akan mengevaluasi kebijakan yang ada untuk memastikan perlindungan bagi semua pihak yang terlibat dalam perdagangan logam mulia ini," pungkasnya. (MARINI/R)