BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak menegaskan agar seluruh lurah dan camat di wilayah kota aktif bergerak serta mengambil langkah cepat setiap kali terjadi musibah bencana alam, menerima dan menindaklanjuti aduan masyarakat, hingga menangani permasalahan terkait layanan fasilitas publik.
"Lurah dan camat sebagai ujung tombak pemerintah daerah harus selalu siap bergerak. Baik saat ada musibah bencana alam, menerima aduan dari masyarakat, maupun ketika ada permasalahan pada fasilitas publik yang digunakan oleh warga," tegaskan Arbert, Minggu, 8 Februari 2026.
Menurutnya, peran kepala daerah tingkat bawah ini sangat krusial dalam menjamin pelayanan publik yang baik dan keamanan masyarakat.
Dalam menghadapi bencana alam seperti banjir atau kebakaran, lurah dan camat diharapkan dapat segera melakukan evakuasi, koordinasi dengan dinas terkait, serta memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.
"Mereka juga harus menjadi pintu pertama bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan atau aspirasi terkait berbagai permasalahan yang dihadapi," tambahnta
Terhadap permasalahan layanan fasilitas publik, seperti jalan rusak, lampu jalan mati, atau sarana prasarana umum yang tidak berfungsi dengan baik, lurah dan camat diminta untuk melakukan pendataan cepat dan melaporkannya ke dinas terkait agar mendapatkan penanganan segera.
Hal ini untuk meminimalisasi ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat. Arbert menambahkan pemerintah kota telah menyusun pedoman dan mekanisme koordinasi yang jelas untuk mendukung tugas lurah dan camat dalam menangani berbagai kasus tersebut.
"Kita mengharapkan sinergi yang baik antara pemerintah tingkat pusat, provinsi, kota, kecamatan, dan kelurahan. Tujuan utamanya memberikan pelayanan yang optimal dan menjaga kesejahteraan masyarakat Palangka Raya," pungkasnya. (MARINI/R)









