BORNEONEWS, Palangka Raya – Menjelang perayaan Imlek tahun 2026, selain persiapan membersihkan klenteng dan sarana perayaan lainnya, tradisi kue keranjang kembali menjadi sorotan sebagai hidangan wajib yang menghiasi momen spesial ini.
Kue yang memiliki makna keberuntungan dan kemakmuran ini terus menjadi primadona dalam perayaan Tahun Baru Imlek di berbagai daerah, termasuk di Kota Palangka Raya.
Salah satu rumah produksi kue keranjang yang telah lama dikenal di kota ini berada di Rumah Makan Singkawan, yang berlokasi di Jalan Bangka.
Berdiri sejak puluhan tahun lalu, tempat ini tidak hanya menjadi destinasi kuliner favorit masyarakat tetapi juga telah menjadi pusat produksi kue keranjang yang memiliki jangkauan pasar luas.
Owner Rumah Makan Singkawang, yang juga mengelola rumah produksi kue keranjang dan akrab disapa Lingling mengungkapkan bahwa produksi kue keranjang sudah dimulai jauh sebelum hari H Imlek.
Tahun ini produksi dilakukan sesuai dengan orderan yang masuk dari berbagai penjuru, baik dari dalam maupun luar kota.
"Produksi kita rutin dilakukan setiap tahun menjelang Imlek, dan tahun ini permintaan terus meningkat," ujar Lingling, Minggu, 8 Februari 2026.
Menurutnya, kue keranjang yang dihasilkan tidak hanya diperjualbelikan di wilayah Palangka Raya, melainkan juga dikirim ke beberapa kota di luar Provinsi Kalimantan Tengah, bahkan hingga ke luar negeri seperti Taiwan.
Kualitas yang terjaga serta cita rasa yang khas menjadi daya tarik utama kue keranjang dari Rumah Makan Singkawang.
"Proses pembuatan yang dilakukan secara tradisional dengan bahan-bahan pilihan juga menjadi faktor yang membuat produk ini tetap diminati oleh konsumen, baik di dalam maupun luar negeri," tambahnya.
Lingling berharap dengan keberadaan kue keranjang yang dapat merambah pasar luar negeri, dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan budaya kuliner dari Palangka Raya.
Ia juga berkomitmen untuk terus mempertahankan kualitas serta memperluas jangkauan pasar agar tradisi kue keranjang tetap lestari dan dikenal lebih luas. (MARINI/R)









