BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Samsul mengungkapkan bahwa sejak 2021 hingga saat ini ada 65 dokter yang sedang dan telah menyelesaikan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah provinsi.
Dokter ini direncanakan akan ditempatkan di tiga rumah sakit provinsi yang ada di Kalteng. "Ada 65 dokter yang sedang dan telah menyelesaikan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis yang dibiyai oleh provinsi," ujar Suyuti, Minggu, 8 Februari 2026.
Program beasiswa pendidikan ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan di wilayah Kalteng, mengingat kebutuhan akan tenaga medis spesialis yang masih sangat besar.
Beberapa dokter telah menyelesaikan pendidikannya dan siap untuk memberikan pelayanan, sementara sebagian lainnya masih dalam proses menempuh studi.
Rencana penempatan dokter-dokter ini adalah di tiga rumah sakit provinsi, yaitu RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei Palangka Raya, dan RSUD Hanau.
"Keberadaan mereka di rumah sakit-rumah sakit ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelayanan medis, termasuk menangani kasus yang membutuhkan keahlian spesialis dan subspesialis," tambahnya.
Suyuti menambahkan, selain penempatan di rumah sakit provinsi, upaya peningkatan tenaga medis juga dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Kerja sama tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis spesialis di rumah sakit daerah, seperti dokter spesialis orthopedi untuk RSUD Dr. Doris Sylvanus dan RSUD Hanau.
Dokter spesialis dan subspesialis yang dibina ini diharapkannya tidak hanya dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menangani tantangan kesehatan di Kalteng.
"Selain itu pemerintah juga mendukung keberlangsungan karier mereka melalui berbagai program pelatihan dan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan daerah," pungkasnya. (MARINI/R)









