BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurul Edy mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2016 sebagai momentum agar lebih peduli dengan lingkungan sosial.
Ajakan tersebut bukanlah tanpa sebab, Nurul Edy menilai saat ini semangat kesetiakawanan sosial kurang memiliki pengaruh di masyarakat sehingga membuat masyarakat saat ini lebih bersifat individualis. Kondisi mendorong munculnya beragam konflik sosial di masyarakat.
"Kesenjangan telah terjadi antarwilayah, antara pusat dan daerah, antaretnis, dan antargolongan di masyarakat. Nilai kesetiakawanan sosial juga belum sepenuhnya menjadi kesadaran nasional, baik di level struktural, institusional, maupun personal," ujarnya ketika membacaka pidato Peringatan HKSN. Kamis (15/12/2016).
Nurul Edy menjelaskan, revolusi globalisme di berbagai negara juga turut andil membuat masyarakat menjadi semakin indiviualistis. Bahkan pada tahap lebih tinggi lagi menciptakan terjadinya kanibal sosial (social canibalism), yakni sifat untuk saling menghancurkan dan membunuh karakter antarmanusia yang dapat berujung pada saling mematikan.
Ia berpesan kepada masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat agar memahami bahwa nilai-nilai kesetiakawanan sosial merupakan modal sosial Indonesia Sejahtera, Berbudaya, dan Pancasila.
Selain itu, diharapkan peringatan HKSN 2016 dapat menjadi stimulus bagi masyarakat Kabupaten Kobar untuk aktif melakukan aksi sosial guna meminimalisir kesenjangan sosial dan menciptakan kedaulatan nasional.
"Kesetiakawanan sosial sangat efektif sebagai dasar menuju kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.(FAHRUDDIN FITRIYA/m)








