BORNEONEWS, Jakarta – Inkonsistensi permainan menjadi persoalan utama yang membuat Pacific Caesar Surabaya kesulitan meraih kemenangan pada kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Hal tersebut diungkapkan Asisten Pelatih Pacific Caesar, Andi Prasetyo, usai timnya menelan kekalahan telak 68-93 dari Kesatria Bengawan Solo.
Dalam pertandingan yang digelar di GOR Pacific Caesar, Surabaya, Jawa Timur, Minggu malam, 8 Februari 2026, Pacific Caesar kehilangan kendali permainan sejak kuarter kedua hingga kuarter ketiga. Situasi tersebut dimanfaatkan Kesatria Bengawan Solo untuk menjauhkan selisih angka.
“Kami harus mengakui keunggulan KBS, terutama di kuarter kedua dan ketiga. Dua kuarter itu menjadi kunci dari hasil pertandingan,” ujar Andi Prasetyo.
Ia menilai, Pacific Caesar kerap kehilangan ritme permainan, terutama dalam transisi bertahan. Kesalahan sendiri yang berulang, khususnya turnover, membuat lawan dengan mudah mencetak poin melalui fastbreak.
Selain itu, efektivitas tembakan jarak jauh Pacific Caesar juga menurun dibandingkan laga-laga sebelumnya. Andi menegaskan, fokus bertahan menjadi aspek utama yang harus segera dibenahi agar tim mampu tampil stabil sepanjang pertandingan.
Evaluasi tersebut menjadi prioritas menjelang laga berikutnya, mengingat Pacific Caesar tidak ingin terus terjebak dalam tren negatif di awal musim IBL 2026.
Senada dengan sang pelatih, pemain Pacific Caesar Gregorio Claudie Wibowo menyebut masalah di sektor ofensif turut memengaruhi performa tim secara keseluruhan, terutama ketika tembakan tiga angka tidak berjalan sesuai rencana.
“Karena kami benar-benar sudah mentok. Ketika tembakan tiga angka tidak jalan, pasti kami tak berkutik di serangan,” kata Gregorio.
Dalam laga tersebut, Kesatria Bengawan Solo tampil konsisten dengan mencetak lebih dari 20 poin di setiap kuarter. Sementara itu, Pacific Caesar hanya mampu mengoleksi 14 poin di kuarter kedua dan 11 poin di kuarter ketiga, sehingga selisih skor akhir melebar menjadi 93-68 untuk kemenangan tim tamu.
Hasil pertandingan penutup pekan kelima IBL 2026 ini membuat Kesatria Bengawan Solo bertengger di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 10 poin dari rekor pertandingan 2 menang dan 6 kalah. Adapun Pacific Caesar Surabaya masih terpuruk di dasar klasemen dengan rekor 0 menang dan 8 kekalahan.
ANTARA









