BORNEONEWS, Jakarta – Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, membuka peluang untuk menambah pemain diaspora baru setelah dua laga uji coba melawan China U-17. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia U-17 2026.
Dalam laga uji coba pertama, Timnas U-17 Indonesia harus mengakui keunggulan China U-17 setelah kalah telak 0-7 di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (9/2). Saat ini, skuad Garuda Muda baru memiliki satu pemain diaspora, yakni Nicholas Indra Mjoesund yang memperkuat klub Norwegia, Rosenborg BK.
“Kita observasi lewat dua pertandingan ini, lalu kita lihat apakah perlu penambahan pemain baru, termasuk kemungkinan mencari pemain diaspora atau menggelar uji coba internasional,” ujar Nova Arianto dalam jumpa pers usai pertandingan.
Terkait pemain diaspora yang akan dipilih, Nova menyebut keputusan tersebut akan diserahkan kepada pelatih baru, Kurniawan Dwi Yulianto. Proses evaluasi ini menjadi bagian penting dalam persiapan Timnas U-17 Indonesia menghadapi Piala Asia U-17 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April.
Pada ajang tersebut, Timnas U-17 Indonesia ditargetkan lolos dari fase grup atau minimal melaju ke babak perempat final guna mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17 2026 di Qatar.
Sebelum tampil di Piala Asia U-17 2026, Timnas U-17 Indonesia juga akan mengikuti Kejuaraan ASEAN U-17 yang akan digelar di Indonesia. Ajang ini menjadi salah satu tolok ukur kesiapan tim dalam menghadapi persaingan level Asia.
“Itu yang akan kita evaluasi agar tradisi kita menuju Piala Dunia bisa tercapai,” kata Nova.
Nova menepis anggapan bahwa kekalahan dari China disebabkan kurangnya chemistry antarpemain. Menurutnya, skuad saat ini sudah cukup lama bermain bersama dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18 dengan nama Garuda United U-18.
Tim tersebut bahkan memuncaki klasemen EPA U-18 dengan koleksi 55 poin dari 22 pertandingan, hasil 18 kemenangan, satu kali imbang, dan tiga kekalahan. Garuda United U-18 juga mencatatkan 62 gol dan hanya kebobolan 15 gol sepanjang kompetisi.
“Mereka sudah bekerja bersama selama lima bulan dan tampil di EPA. Tapi secara intensitas dan tekanan pertandingan, tentu berbeda. Itu yang harus dipelajari pemain,” ujar Nova.
Ia menambahkan, para pemain perlu belajar bagaimana menghadapi tekanan lawan dan keluar dari situasi pressing, yang menjadi salah satu fokus evaluasi tim pelatih.
Pada laga uji coba ini, Nova berencana memberikan kesempatan bermain kepada seluruh pemain dari total 28 pemain yang dipanggil. Laga uji coba kedua melawan China U-17 dijadwalkan berlangsung pada Rabu (11/2) pukul 18.30 WIB di Indomilk Arena.
“Saya berpikir kita akan mencoba semua pemain yang ada. Harapannya, kami bisa melakukan penilaian secara menyeluruh,” pungkas Nova.
ANTARA









