PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) akan melakukan langkah strategis untuk menajamkan program pembangunan tahun anggaran mendatang.

Kepala Bapperida Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman, menegaskan bahwa pihaknya akan memadukan usulan yang muncul dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dengan hasil reses anggota DPRD.

"Langkah sinkronisasi ini diambil guna memastikan aspirasi masyarakat yang diserap melalui jalur birokrasi dan jalur politik tidak tumpang tindih," katanya, Senin, 9 Februari 2026.

Fauzi menjelaskan bahwa integrasi kedua sumber usulan ini sangat krusial agar dokumen perencanaan pembangunan daerah menjadi lebih solid dan mencerminkan kebutuhan riil di lapangan.

Menurut Fauzi, proses pemaduan data ini akan melewati tahapan verifikasi yang ketat. Fokus utama tim perencana adalah melihat sejauh mana usulan tersebut selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Hal ini dilakukan agar setiap anggaran yang dikeluarkan nantinya benar-benar memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan warga Kota Cantik," ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah juga menuntut pemerintah untuk bersikap selektif namum tepat sasaran.

"Tidak semua usulan dapat diakomodasi secara bersamaan dalam satu tahun anggaran. Oleh karena itu, penentuan skala prioritas menjadi kunci utama dalam memilah program mana yang harus didahulukan," jelasnya.

Aspek-aspek mendasar seperti infrastruktur jalan, drainase untuk penanggulangan banjir, hingga peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan diperkirakan masih akan mendominasi daftar prioritas tersebut.

Bapperida berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam proses penentuan kebijakan ini agar semua pihak, baik eksekutif maupun legislatif, memiliki pemahaman yang sama. (HENDRI/j)