PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tidak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, persoalan infrastruktur masih menjadi isu utama yang disuarakan oleh masyarakat Palangka Raya pada Musrenbang tahun ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Palangka Raya, Fauzi Rahman, mengungkapkan bahwa mayoritas usulan yang masuk dari lima kecamatan di wilayah setempat tetap berfokus pada perbaikan dan peningkatan sarana fisik.

Hal ini mencerminkan bahwa kebutuhan dasar terkait aksesibilitas masih menjadi prioritas bagi warga kota.

Berdasarkan hasil serap aspirasi di tingkat kecamatan melalui Musrenbang, usulan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pengaspalan jalan lingkungan, perbaikan drainase, hingga pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Dia menyebutkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan usulan ini sangat krusial agar pembangunan yang direncanakan pemerintah kota tepat sasaran dan menjawab kendala nyata yang dihadapi warga di lapangan sehari-hari.

"Meskipun usulan infrastruktur mendominasi, pemerintah kota juga terus menyelaraskan permintaan tersebut dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang lebih luas," katanya, Senin, 9 Februari 2026.

Hal ini dilakukan agar pembangunan tidak hanya bersifat tambal sulam, tetapi juga terintegrasi dengan sistem tata kota yang lebih modern.

Fauzi menekankan pentingnya skala prioritas mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh daerah untuk mengakomodasi seluruh usulan secara sekaligus.

Selain infrastruktur fisik, aspirasi warga sebenarnya juga menyentuh sektor lain seperti peningkatan layanan kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Namun, dorongan kuat pada sektor infrastruktur menunjukkan bahwa masyarakat meyakini kemudahan akses transportasi yang baik adalah kunci utama untuk memicu pertumbuhan ekonomi di tingkat kelurahan maupun kecamatan. (HENDRI/j)