PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola limbah secara produktif.

Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah dengan membuat kotak penyimpanan khusus botol plastik di lingkungan kantor.

Inisiatif ini bertujuan agar sampah plastik tidak lagi tercampur dengan limbah lainnya, sehingga memudahkan proses pemilahan dan daur ulang.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pegawai DLH bahu-membahu merakit kerangka kayu dan kawat ram untuk dijadikan wadah pengumpul botol plastik.

Langkah ini dipandang sebagai bentuk edukasi internal sekaligus aksi konkret dalam menekan volume sampah plastik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dengan adanya wadah khusus ini, setiap botol plastik yang habis digunakan dapat langsung disalurkan ke unit pengolahan atau bank sampah.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Berlianto, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari gerakan besar pengurangan sampah plastik di lingkup perkantoran.

Menurutnya, pemilahan dari sumbernya adalah kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap botol plastik yang dihasilkan di kantor kami tidak berakhir sebagai sampah sia-sia, melainkan menjadi bahan baku yang punya nilai ekonomi lewat daur ulang," katanya, Senin, 9 Februari 2026.

Lebih lanjut, Berlianto menekankan bahwa aparatur sipil negara (ASN) harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal kepedulian lingkungan.

Pembuatan kotak sampah ini tidak memerlukan biaya besar, namun memiliki dampak yang signifikan jika dilakukan secara konsisten. Hal ini juga sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mewujudkan Palangka Raya yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Berlianto juga menaruh harapan besar agar inovasi sederhana namun berdampak ini tidak hanya berhenti di lingkungan DLH saja.

Ia mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya untuk mengikuti langkah serupa.

"Kami sangat berharap inisiatif ini dapat ditiru oleh semua OPD lainnya. Jika setiap kantor memiliki sistem pemilahan sampah plastik yang baik, maka beban pengelolaan sampah di kota kita akan jauh lebih ringan," pungkasnya. (HENDRI/j)