BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas mengeluarkan peringatan dini potensi bencana banjir dan gerakan tanah yang diperkirakan meningkat selama Februari 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan terdampak.
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran Sojuan Pandiangan, menjelaskan bahwa gerakan tanah merupakan ancaman yang perlu diwaspadai masyarakat, khususnya saat curah hujan tinggi. Gerakan tanah dapat berupa longsor, tanah terkikis, maupun tergerus akibat aliran air.
“Gerakan tanah itu seperti kemungkinan longsor, terkikis, atau tergerus akibat air. Ini bisa terjadi di wilayah dengan kondisi tanah labil dan lereng,” jelas Pangeran Sojuan Pandiangan saat dikonfirmasi, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menegaskan, selain banjir, potensi gerakan tanah sering kali luput dari perhatian masyarakat padahal dampaknya bisa membahayakan keselamatan, terutama bagi permukiman yang berada di sekitar sungai, tebing, dan daerah berbukit.
BPBD Kapuas mengimbau masyarakat untuk rutin memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama jika muncul tanda-tanda seperti retakan tanah, pohon miring, atau aliran air yang berubah arah secara tiba-tiba.
Selain itu, masyarakat diminta menyiapkan langkah kesiapsiagaan, seperti menyiapkan tas siaga bencana, mengamankan dokumen penting, serta segera melapor ke aparat desa atau petugas BPBD jika menemukan potensi bahaya.
“Kami mengajak masyarakat tetap tenang namun waspada. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana,” pungkas Kepala BPBD Kapuas. (SABRIANOOR/y)









